Subang, Bimas Islam — Masjid Jami At-Taufiq yang berada di Jalan Raya Pantura Ciberes, Kampung Cipeundeuy RT 01/03, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu titik singgah pemudik pada arus mudik Idulfitri 2026. Masjid yang berdiri sejak 1986 ini membuka layanan 24 jam, menyediakan parkir luas serta takjil gratis bagi para musafir.
Ketua DKM Masjid At-Taufiq, Dede Suhada Jaya, mengatakan pengurus berkomitmen menghadirkan masjid sebagai ruang ibadah sekaligus tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi pemudik yang melintasi jalur Pantura.
“Masjid kami buka 24 jam. Pemudik bisa singgah kapan saja, baik untuk beribadah maupun beristirahat. Kami juga siapkan takjil setiap hari untuk yang berbuka di perjalanan,” ujar Dede Suhada Jaya saat ditemui di lokasi, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan parkir luas menjadi salah satu keunggulan masjid ini, sehingga mampu menampung kendaraan pemudik tanpa mengganggu arus lalu lintas di jalur Pantura yang padat.
Menurut Dede, pelayanan takjil diberikan secara konsisten setiap hari selama Ramadan. Kegiatan ini didukung oleh swadaya masyarakat sekitar yang secara gotong royong menyiapkan kebutuhan konsumsi bagi para musafir.
“Semua dari swadaya jamaah. Kami ingin pemudik yang singgah bisa berbuka dengan nyaman tanpa harus mencari makanan di luar,” katanya.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian pengurus. Masjid At-Taufiq dilengkapi kamera pengawas (CCTV) di berbagai sudut serta didukung petugas keamanan yang berjaga secara bergantian.
“Alhamdulillah, untuk keamanan kami upayakan maksimal. Ada petugas dan CCTV, jadi pemudik bisa merasa lebih tenang saat beristirahat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedekatan rumah pengurus dengan masjid turut memperkuat respons cepat jika terjadi hal yang membutuhkan penanganan segera. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pelayanan kepada jamaah dan pemudik.
Masjid At-Taufiq berdiri di atas lahan wakaf dengan luas bangunan sekitar 130 meter persegi dan kapasitas jemaah antara 100 hingga 150 orang. Meski tidak terlalu luas, pengelolaan ruang dilakukan secara efisien sehingga tetap mampu menampung kebutuhan ibadah dan istirahat pemudik.
Dede berharap, ke depan masjid dapat terus meningkatkan kualitas layanan dengan dukungan berbagai pihak, sehingga peran masjid sebagai ruang ibadah dan pelayanan sosial semakin optimal.
Kasubdit Kemasjidan Kementerian Agama, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa Kementerian Agama menyiapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik di seluruh Indonesia untuk menyambut arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M. Program ini dirancang untuk menghadirkan masjid sebagai ruang layanan kemanusiaan yang dapat diakses para pemudik selama perjalanan.
“Tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik membutuhkan dukungan fasilitas publik yang aman, bersih, dan nyaman, termasuk keberadaan masjid di jalur-jalur utama seperti Pantura,” ujar Nurul dalam keterangan tertulisnya.
“Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari penguatan fungsi sosial masjid dalam kebijakan masjid ramah yang dikembangkan Kemenag. Melalui program ini, masjid didorong tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang singgah yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, khususnya para musafir,” tandasnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



