Langkat, bimasislam— Apa yang ada dalam benak Anda saat ingin mengunjungi masjid bersejarah di Sumatera Utara? Sebagian besar manjawab Masjid Raya Al-Mash’un atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan. Namun tahukah Anda terdapat masjid lain yang tak kalah nilai sejarahnya?
Ya, Masjid tersebut adalah Masjid Azizi yang terletak di tepi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dengan Banda Aceh. Masjid Azizi dibangun tujuh tahun lebih awal daripada Masjid Raya Medan, masjid ini dibangun oleh Sultan Langkat Sultan Musa al-Mu'azzamsyah atas prakarsa Syekh Abdul Wahab Babussalam, pada tahun 1899 M dan mulai digunakan pada 13 Juni 1902 M bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad pada masa itu.
Berdiri di atas lahan seluas 18000 meter dengan bangunan utama berukuran 25 m x 25 m dan tinggi 30 m, Masjid Azizi mampu menampung hingga 2000 jama’ah. Dari segi arsitektural, masjid Azizi dipengaruhi oleh dua corak utama yaitu Timur Tengah dan India. Pengaruh India terutama dapat dilihat dari model dan ukuran kubah besar yang nyaris seukuran dengan bangunan di bawahnya, sementara itu serambi masjid yang dilengkapi dengan pilar dan lengkungan menunjukkan pengaruh dan corak khas masjid-masjid di timur tengah.
Ketiga sisi Masjid Azizi memiliki serambi di sisi utara, timur, dan selatan. Ketiga serambi ini menjadi by pass yang menghubungkan jamaah menuju pintu masuk ke ruang utama. Ruang utama masjid dengan serambi ini dipisahkan oleh dinding yang bagian luarnya dipercantik dengan hiasan geometri, motif bunga dan kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an. Sementara itu jika Anda masuk ke bagian dalam masjid, maka dinding bagian dalam terlihat rancak dengan aksen dan hiasan yang lebih banyak dari pada dinding bagian luarnya.
Pada sisi barat tempat mihrab berada, terdapat dua pintu yang juga dihiasi pola geometris dan jendela kecil yang terbuat dari kaca. Sementara itu di seberangnya di sisi timur, sebagaimana juga pada kedua sisi utara dan selatan dilengkapi dengan tiga buah pintu dengan empat jendela kaca berwarna, semuanya dibentuk dengan pola melengkung. Sementara jika kita menengok pada bagian dalam kubah, nampak hiasan dengan ornamen dan sentuhan geometris India atau Persia.
Masjid Azizi telah mengalami beberapa kali renovasi. Pertama kali renovasi dilakukan pada tahun 1927 dengan membangun menara di sisi timur laut dengan tinggi sekitar 60 meter. Kemudian berturut-turut renovasi berikutnya dilakukan pada tahun 1929, 1936 dan 1967.
Masjid Azizi juga sempat dipugar dalam Proyek Pembinaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sumatera Utara dan Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sumatera Utara. Pemugaran dilakukan pada Pada tahun 1978 hingga tahun 1981.
Terakhir, tahun 1990/1991 masjid ini kembali dipugar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara, Nikmatilah kesyahduan beribadah di masjid bersejarah yang arsitekturalnya menginspirasi pembangunan Masjid Zhahir di Malaysia ini.
(sigit-afief/bimasislam)



