Subang, Bimas Islam -- Masjid Jami Baiturrohiem yang berlokasi di Jalan Pantura, Kampung Cibanggala, Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu titik singgah pemudik pada arus mudik Idulfitri 2026. Masjid ini menyediakan fasilitas parkir luas, ambulans siaga, serta area istirahat yang nyaman bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura.
Ketua DKM Masjid Baiturrohiem, Ustaz Dede Lukman, mengatakan, pengurus berupaya menghadirkan layanan yang memudahkan pemudik beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Menurutnya, kebutuhan dasar pemudik harus direspons dengan fasilitas yang memadai dan mudah diakses.
“Masjid kami buka 24 jam untuk pemudik. Kami siapkan parkir yang luas, teras masjid yang bisa digunakan untuk beristirahat, serta ambulans siaga untuk kondisi darurat,” ujar Dede Lukman saat ditemui di lokasi, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan ambulans menjadi bagian penting dari layanan masjid, terutama untuk mengantisipasi kondisi kesehatan pemudik yang menempuh perjalanan jauh. Selain itu, lingkungan masjid yang teduh dengan pepohonan rindang turut memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Menurut Dede, selama arus mudik Lebaran, jumlah pemudik yang singgah di Masjid Baiturrohiem terus meningkat. Mereka berasal dari berbagai daerah dan memanfaatkan fasilitas masjid untuk beristirahat, beribadah, hingga sekadar melepas lelah.
“Banyak pemudik yang singgah, terutama pada siang hingga sore hari. Mereka biasanya parkir, istirahat di teras, lalu melanjutkan perjalanan,” katanya.
Ia menambahkan, pelayanan kepada pemudik dilakukan secara swadaya oleh pengurus dan masyarakat sekitar. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan layanan selama musim mudik.
Meski demikian, Dede mengakui masih terdapat keterbatasan dalam penyediaan layanan, terutama terkait ketersediaan kantin atau penyediaan konsumsi bagi pemudik. Hal ini menjadi salah satu kebutuhan yang belum terpenuhi secara optimal.
“Kami belum memiliki kantin masjid. Padahal, kalau ada, itu bisa membantu pemudik sekaligus menjadi sumber kesejahteraan bagi marbot dan jamaah,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan, ada dukungan untuk pengembangan unit usaha masjid, sehingga Masjid Baiturrohiem tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga berdaya secara ekonomi dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu pemudik, Putri (41), warga Kedoya, Jakarta Barat, mengaku merasa terbantu dengan keberadaan Masjid Baiturrohiem. Ia singgah saat perjalanan menuju Cirebon melalui jalur Pantura bersama keluarganya.
Menurut Putri, fasilitas yang tersedia di masjid tersebut cukup lengkap dan memberikan kenyamanan bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat di tengah perjalanan panjang.
“Tempatnya nyaman, parkirnya luas, dan suasananya teduh. Enak untuk istirahat sebentar sebelum lanjut perjalanan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai keberadaan kantin atau penyedia makanan akan semakin melengkapi layanan masjid bagi pemudik. “Kalau ada kantin tentu lebih membantu, apalagi untuk pemudik yang butuh makan atau minum,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Kasubdit Kemasjidan Kementerian Agama, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa Kemenag menyiapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik di seluruh Indonesia untuk Idulfitri 2026/1447 H. Masjid-masjid ini tersebar di jalur mudik dan berfungsi sebagai rest area gratis dengan fasilitas seperti area istirahat, toilet bersih, dan buka 24 jam selama H-7 hingga H+7 Lebaran.
“Program ini mendorong masjid untuk menyediakan fasilitas dasar yang aman, bersih, dan nyaman bagi para musafir,” ujar Nurul.
Menurut Nurul, penguatan fungsi sosial masjid menjadi bagian penting dari kebijakan masjid ramah yang dikembangkan Kemenag, sehingga masjid dapat hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat luas.
“Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, Masjid Baiturrohiem menjadi salah satu contoh nyata masjid yang hadir di tengah kebutuhan pemudik. Ke depan, penguatan layanan dan pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat semakin meningkatkan peran masjid dalam melayani umat dan masyarakat,” tandasnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



