Kendal, bimasislam— Mudik lebaran tahun 2017 (1438 H) memiliki catatan tersendiri dibanding tahun 2016 lalu. Selain jalan utama telah disiapkan pemerintah dengan dibangunnya jalur baru tol Brebes – Gringsing Jawa Tengah, atau disebut dengan tol darurat (tol fungsional), juga penggunaan e-Tol untuk kelancaran arus mudik-balik, ada fenomena menarik dari para pemudik, yaitu meningkatnya kerumunan pemudik di sekitar area masjid dan mushalla.
Pantauan bimasislam, baik pada saat arus mudik (26/6) maupun arus balik (29/6) ada penumpukan pemudik di sekitar rumah ibadah di sekitar tol maupun arteri yang disediakan masyarakat, yang dibuat secara darurat maupun yang disiapkan oleh developer Waskita, sebagai penyedia jalan tol trans Jawa.
Banyaknya pemudik menghampiri area-area rumah ibadah tersebut selain untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang, juga dijadikan tempat ibadah shalat selama perjalanan menuju kampung halaman dan balik ke Jakarta dan sekitarnya. Beberapa kali bimasislam singgah di masjid dan mushalla kondisinya cukup padat, bahkan beberapa cukup memprihatinkan.
“Ketersediaan masjid dan mushalla di pinggir-pinggir jalan sepanjang jalur mudik perlu mendapat perhatian pemerintah agar lebih banyak dan layak. Kami para pemudik lebih senang mampir di area-area masjid untuk beribadah, beristirahat, atau sekedar buang air kecil. Bukankah di sana juga pasti berimbas secara ekonomi buat masjid dan masyarakat sekitar karena perputaran uang selalu terjadi?”, keluh Abdul, pemudik asli Ungaran ini.
“Saya terus terang sedih, tempat-tempat singgah selama mudik kurang memadai. Tempat ibadah terlalu sedikit dan yang ada kecil, air sering kurang, kotor pula. Padahal kami mendambakan tempat-tempat istirahat (rest area) yang memadai, dengan jumlah kamar mandi yang banyak dan layak, dengan ketersediaan tempat ibadah yang luas, sehingga kami nyaman selama perjalanan”, katanya.
Bimasislam melihat secara langsung bahwa banyak rest area yang kurang memperhatikan tempat ibadah secara layak bagi para pemudik. Memang beberapa tempat sudah cukup layak dengan ketersediaan masjid atau mushalla yang luas dengan air yang cukup. Namun, jika dibandingkan dengan rasio jumlah pemudik dinilai masih belum memadai.
Hal tersebut harus menjadi bahan evaluasi, khususnya developer yang saat ini sedang menyelesaikan tol Trans Jawa agar ketersediaan masjid dan mushalla jadi perhatian lebih serius. Karena rata-rata para pemudik sangat membutuhkan masjid dan mushalla untuk beribadah, selain tentu saja untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya. Satu hal pokok lain yang perlu diperhatikan di rumah ibadah adalah perlunya menjaga kesucian, agar tidak banyak najis yang bisa mengenai area shalat atau tempat ibadah.
(Thobib Al-Asyhar)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



