Kepulauan Sangihe, bimasislam – Tinggal di pulau terpencil segala sesuatunya memang serba terbatas, termasuk dalam hal sarana dan prasarana ibadah. Maklum saja, Kabupaten Sangihe adalah wilayah kepulauan yang terdiri dari 105 pulau dengan hanya 26 pulau yang berpenghuni dan berbatasan langsung dengan batas perairan internasional, yaitu pulau Mindanau Filipina dan Samudera Pasifik.
Dengan kondisi seperti itu, hati seluruh PNS yang beragama Islam di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pun tergerak. Sebanyak tiga masjid berhasil dibangun dan direhab dari zakat profesi sebesar 2,5 persen yang dipotong otomatis pada tiap bulannya.
"Kurang lebih Rp.400 juta terkumpul sejak tahun 2012 sampai Mei 2017 melalui UPZ Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sangihe," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sangihe Sutarji Adipati kepada bimasislam, Kamis (14/9) di Tahuna.
Masjid yang dibangun dari uang zakat 94 orang PNS tersebut tersebar di tiga tempat, yaitu Masjid Al-Hikmah Bukide terletak di Kampung Bukide Timur, Kecamatan Nusa Tabukan, Pulau Nipa, Masjid Nurul Islam Enggohe berada di Kampung Bukide Pulau Nipa, dan Masjid Ar-Rahmah di Kampung Lipang, Kecamatan Kendahe.
Bimasislam berkesempatan mengunjungi masjid Al-Hikmah yang berada di Kampung Bukide Timur di pulau Nipa. Pulau ini merupakan salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina, selain pulau Marore dan Talaud. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Untuk menjangkau lokasi masjid tersebut harus menumpangi pamboat (perahu motor) dari Tahuna, ibukota kabupaten dengan menempuh perjalanan 1,5 jam.
"Jauh sebelumnya masjid telah ada di pulau ini seiring datang dan menetapnya penduduk beragama Islam, namun kondisi masjidnya sangat memprihatinkan," ujar Adipati menerangkan.
Adipati yang juga pernah menjadi Kepala KUA Kecamatan Tabukan Utara ini pun menjelaskan mengapa pihaknya terpikir untuk membangun masjid yang dananya diambil dari zakat profesi mereka. Pada saat itu, dia memimpin rapat dengan seluruh muzakki untuk membicarakan mau diapakan uang yang sudah terkumpul sebanyak ratusan juta tersebut. Di antara sebagian muzakki ada yang mengusulkan agar zakat tersebut digunakan sebagai beasiswa pendidikan dan bantuan modal usaha kepada masyarakat miskin.
"Tapi saya mengusulkan agar zakat ini disalurkan untuk membangun masjid di pulau karena ketika berkunjung saya melihat kondisi masjid disana sudah rusak parah. Alhamdulillah semua muzakki setuju," ujarnya.
Akhirnya pilahan dijatuhkan untuk membangun kembali dua masjid yang rusak parah dan merehab satu masjid. Seluruh bahan material didatangkan dari Tahuna dengan menyewa kapal besar. Masyarakat sekitar pun diberdayakan untuk ikut membantu pembangunan masjid dengan waktu kerja yang diatur secara baik dan bersahabat.
"Dalam satu bulan masjid sudah selesai dibangun," pungkas Adipati.
Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sangihe Anwar Kondoalumang yang mendampingi bimasislam menyeberang pulau menambahkan, kita harus memberi contoh terlebih dahulu sebelum mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan.
"Jadi, pembangunan masjid ini adalah bukti nyata kami pegawai Kemenag Kabupaten Kepulauan Sangihe," tandas Anwar.
Anwar menyebutkan, Masjid Al-Hikmah yang berukuran 10 x 10 meter bujursangkar di atas lahan 15 x 15 meter bujursangkar ini digunakan untuk kegiatan ibadah salat dan pengajian. Masjid yang hanya 100 meter dari bibir pantai ini diresmikan penggunaannya oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sangihe Sutarji Adipati pada tanggal 20 Mei 2017 yang lalu.
"(Sekarang) sudah dikelola dengan baik oleh badan ta'mir masjid dan seorang imam bernama Tapsir Betahai," demikian Anwar.
(insan/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



