Bandung, Bimas Islam — Masjid Inayaturrahman menjadi salah satu Masjid Ramah Pemudik yang banyak diminati di wilayah perdesaan Kabupaten Bandung. Berlokasi di Jalan Cipinang, Cimaung, masjid ini memang tidak berada di jalur nasional. Namun demikian, keberadaannya justru menjadi titik singgah favorit bagi para pemudik sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing.
Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, Abdul Hanan, menuturkan bahwa Masjid Inayaturrahman berperan penting sebagai tempat transit bagi pemudik yang menuju wilayah Cimaung dan sekitarnya.
“Selain suasananya yang sejuk, masjid ini juga menjadi favorit karena dikelilingi pemandangan alam yang indah. Ditambah lagi, fasilitas yang tersedia sangat memadai untuk menunjang kenyamanan para pemudik,” ujarnya.
Salah satu pengurus DKM, Syamsudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan pemudik. Mulai dari akses masjid yang dibuka selama 24 jam, toilet bersih, ruang ibadah, ruang istirahat, hingga kantin sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh para musafir.
“Insya Allah fasilitas yang kami sediakan cukup memadai. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik agar para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Tidak hanya sebagai tempat beristirahat, Masjid Inayaturrahman juga menjadi ruang yang menghadirkan ketenangan bagi para pemudik setelah menempuh perjalanan panjang. Suasana pedesaan yang asri serta keramahan pengurus masjid memberikan pengalaman tersendiri bagi para musafir yang singgah.
Keberadaan Masjid Ramah Pemudik di wilayah perdesaan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang inklusif. Selain membantu kelancaran perjalanan pemudik, masjid juga menjadi pusat pelayanan umat yang menghadirkan kenyamanan, keamanan, serta nilai-nilai kebersamaan di tengah momen mudik Lebaran.
Mwr/Mr
Mwr/Mr



