Bogor, bimasislam—Bagi warga Bogor dan sekitar, atau orang yang sering bepergian ke area Puncak, mengerti betul bahwa di simpangan setelah tol Jagorawi berdiri masjid nan megah. Masjid tersebut diberi nama Harakatul Jannah yang telah diresmikan oleh mantan Wali Kota Jakarta Selatan, Dr. H. Syahrul Effendi, SH, MH pada tahun 2012 yang lalu.
Masjid megah ini melengkapi rumah ibadah kaum muslimin di daerah yang terkenal sejuk ini, yaitu masjid At-Ta’awun, yang terletak di wilayah Puncak, Bogor. Ketika bimasislam melaksanakan shalat Jumat di sana (12/9), masjid ini dipenuhi oleh jamaah, baik dari masyarakat sekitar maupun para wisatawan.
Dari sisi letak, masjid bernuansa hitam dan emas ini berada di lokasi yang sangat strategis. Posisinya berada di pertigaan Gadog atau persis di persimpanganlampu merah,setelah keluar pintu tol Jagorawi menuju Puncak. Di simpang jalan itulah masjid yang namanya mengandung arti gerakan surga tersebut berdiri kukuh dan megah.
Pada malam hari, masjid ini akan tampak sebagai bangunan berkubah yang memendarkan cahaya kuning keemasan. Sungguh sangat indah. Layaknya bangunan masjid megah di negeri ini, Masjid Harakatul Jannah juga menghadirkan sebuah kolaborasi antara desain modern dan klasik.
Ragam budaya dan seni Islam pada masa lalu memberi warna arsitektur masjid ini. Keunggulan ragam budaya tersebut menyatu dan menghasilkan satu karya arsitektur yang indah, unik, megah, nan mempesona.
Dari jarak sekitar 400 M, bangunan indah ini nampak. Sebuah kubah besar mirip kubah Taj Mahal di India akan dengan mudah menyedot perhatian para wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Puncak. Kubah itu berada di bagian tengah bangunan.
Bentuknya menyerupai bawang dengan sisi bawahnya berbentuk silinder.
Selain kubah utama, masjid ini memiliki enam kubah lain yang berukuran lebih kecil. Terbuat dari tembaga, kubah-kubah ini pada bagian luarnya dihias dengan ornamen bintang bersegi delapan yang dihadirkan dalam bentuk emboss (menonjol).
Dari deretan pilar ini tersaji sebuah kolaborasi antara desain Eropa klasik dan Timur Tengah. Nuansa Timur Tengah menyembul lewat bangunan kotak yang menjadi sandaran pilar. Bentuk kotak itu menyerupai bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.
Material dasar bangunan kotak itu adalah granit berwarna hitam. Di bagian tengahnya terdapat garis berwarna cokelat, kuning, dan garis warna putih. Jika diamati secara saksama, akan terlihat bangunan ini memang menyerupai Ka’bah.
Pada bagian yang sama, tampil pula ornamen berbentuk gigi yang dikemas memanjang hingga memperlihatkan gaya geometrik Arab. Berwarna putih, ornamen itu berada di bagian atas, menghubungkan empat pilar gaya Romawi Kuno.
Namun, satu hal yang cukup menarik pada masjid yang tepatnya terletak di Jl. Raya Puncak KM 71 Simpang Tol Jagorawi, Gadog Bogor-Jawa Barat ini, terdapat gapura pintu masuk yang sangat kental dengan adat Minangkabau. Selain itu, terdapat gedung yang diberi nama Majelis Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dekat dengan tempat wudhu. Penamaan gedung ini menandakan bahwa terdapat orang Minang yang menjadi sponsor utama berdirinya masjid ini. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



