Palembang, bimasislam-- Keberadaan Laksamana Cheng Hoo tak dapat dipisahkan dari sejarah penyebaran Islam dibumi Sriwijaya, Palembang. Menurut sejarah sejak melakukan pelayaran mengelilingi dunia antara 1405–1433 M,armada Laksamana Cheng Hoo pernah tigakali berlabuh di Palembang.Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Dinasti Ming (berkuasa tahun 1403-1424), yang kemudian dipercaya memimpin armada laut Kerajaan dengan kekuatan terbesar dijamannya (62 buah kapal dan 27.800 tentara) untuk mengadakan misi silaturahmi dan kenegaraan dengan kerajaan-kerajaan dunia antara lain kerajaan Majapahit dan Sriwijaya di Nusantara.
Jalur sutra sebagai jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam tak hanya dibina di daratan. Lautan adalah jalur yang dimanfaatkan oleh mereka yang berjiwa besar dan pemberani. Selain dilakukan para saudagar bangsa Arab dan sekitarnya, ternyata para saudagar Tionghoa ikut berperan menyebarkan Islam di Indonesia melalui daerah-daerah pesisir. Disinilah peran Laksamana Cheng Ho dalam menyebarkan Islam di Palembang.
Menurut catatan sejarah dari beberapa sumber, pada tahun 1407 Kerajaan Sriwijaya pernah meminta bantuan armada Tiongkok dibawah komando Laksamana Cheng Hoo yang ada di Asia Tenggara untuk menumpas perampok-perampok Tionghoa Hokkian yang mengganggu ketenteraman. Kepala perampok Chen Tsu Ji tersebut berhasil diringkus dan dibawa ke Peking. Tak heran, kedatangannya disambut gembira dan mendapatkan penerimaan yang kondusif bagi penyebaran agama Islam oleh Tionghoa tidak hanya di Palembang tapi seluruh nusantara.Sebagai penghargaan atas jasanya, nama Cheng Ho diabadikan sebagai nama masjid dan mushalla di berbagai daerah, salah satu ada di Palembang.
Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang atau lebih dikenal dengan Masjid Muhammad Cheng Hoo Palembang adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jalan Pangeran Ratu Perumahan TOP Atlit depan Pasar Induk Jakabaring, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.
Masjid yang terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS) dengan Nomor ID Masjid 01.4.06.12.02.000051, adalah bukti ukhuwah Islamiyah Tionghoa di bumi Sriwijaya. Didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan, dan para tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang. Mesjid yang memiliki imam seorang Hafiz Al-Quran ini, memiliki desain arsitektur yang unik, memadukan unsur-unsur budaya lokal Palembang dengan nuansa Tiongkok, Melayu dan Timur Tengah.
Dibangun di atas tanah hibah dari pemerintah daerah seluas 5.000 meter persegi ini, berada di sebuah kompleks perumahan kelas menengah. Modal awal pembangunan masjid sekitar Rp 150 juta dari hasil kumpul-kumpul dengan kawan-kawan di PITI. Diawali dengan peletakkan batu pertama tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2006. Masjid yang dibangun dua lantai ini mampu menampung jamaah sekitar 600 orang. Menara di kedua sisi masjid meniru bangunan klenteng-klenteng diCina,dicat dengan warna merah dan hijau giok.
Masjid Muhammad Cheng Hoo ini mulai digunakan sejak Agustus 2008. Tidak ada pembatas yang memisahkan jamaah laki-laki dan perempuan di dalam masjid. Laki-laki salat di lantai pertama, sedang perempuan di lantai kedua. Di lingkungan masjid ini ada sebuah rumah kecil buat imam, sebuah kantor, sebuah perpustakaan, sebuah ruang serbaguna dan rumah Tahfiz Al-Quran untuk anak-anak secara gratis.
Fungsi masjid Cheng Hoo lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid ini menghelat kegiatan-kegiatan agama dan kemasyarakatan, dan telah menjadi sebuah tujuan wisata, yang menarik para pengunjung dari Malaysia, Singapura, Taiwan dan bahkan Rusia. Bagi anda pecinta wisata rohani yang kebetulan singgah di Palembang, belum lengkap rasanya jika belum berkunjung dan menyaksikan langsung ke indahan dan keunikan seni arsitektur masjid ini. Masjid Cheng Hoo menunjukkan bahwa di Indonesia ada ruang bagi para warga untuk mengekspresikan identitas unik mereka – percampuran tradisi dan budaya Tionghoa dan Islam dalam konteks lokal Indonesia. (4ffan/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



