Natuna, bimasislam—Masjid sering diidentikkan sebagai simbol peradaban suatu daerah, tak terkecuali dengan Kabupaten Natuna yang memiliki masjid megah yang mengadopsi perpaduan arsitektur Maroko dan Mesir. Dibangun pada tahun 2007, masjid kebanggaan masyarakat Natuna diresmikan pada tanggal 3 April 2009.
“Belum sah ke Natuna kalau belum menengok masjid Agung”, begitu kira-kira ungkapan masyarakat setempat. Sejak didirikan, masjid ini telah dipakai berbagai peringatan hari besar keagamaan, bahkan saat proses pembangunan, masjid ini sudah dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
“Pada tahun 2008, kita sudah menyelengarakan MTQ dan pada tahun 2015 juga diselenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau”, ungkap Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Natuna, Sudarmadi saat mendampingi bimasislam.
Ditempat yang sama, Daeng Ibahim, Ketua Bidang Imaroh Masjid Natuna menuturkan, beberapa ulama ternama pernah menyampaikan syiar agama Islam di masjid yang berdiri persis di belakang Gunung ini. “Alhamdulillah, ulama besar seperti KH. Zainuddin MZ (alm), KH. Abdullah Gymnastiar dan Arifin Ilham pernah mengisi pengajian disini”, ujar Daeng.
Keistimewaan masjid ini banyak sekali, selain lokasinya yang straegis, dekat kota dan Bandara, masjid ini memiliki fasilitas terpadu. Disekitar masjid ada pusat perkantoran. Terlihat ada beberapa kantor dinas dan juga pusat perekonomian warga. Gedung serba guna menambah komplit komplek masjid Natuna. Tidak hanya itu, tepat didepan Masjid berdiri megah kampus Sekolah Tingga Agama Islam (STAI).
Keistimewaan lain, disekeliling Masjid terdapat berbagai macam pepohonan yang dimusim-musim tertentu buahnya terlihat indah. “ada durian, mangga, kelapa, bahkan ada pohon kurma yang sempat berbuah”, ungkap Daeng Ibrahim.
Bedug Raksasa
Seperti kebanyakan masjid di Indonesia, keberadaan bedug seolah menjadi suatu keharusan. Bedug merupakan ciri khas asli nusantara. Di Masjid Agung Natuna pun memiliki Bedug raksasa, terbuat dari kayu asli pulau Natuna, memiliki panjang kurang lebih lima meter dan tinggi kira-kira 2 meter, besar bukan! Fungsi bedug ini tentu sebagai alat pemberitahuan mengenai waktu shalat. Selain itu, bedug juga dianggap sebagai ornament bercitarasa tinggi. Berada di sebelah kanan mimbar, keberadaan bedug menambah kemewahan masjid Agung Natuna.
Seperti kita ketahui, Kabupaten Natuna adalah salah satu kabupatendi Provinsi Kepulauan Riau. Natuna merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat. Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea dan Taiwan. Kabupaten ini terkenal dengan penghasil minyak dan gas. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



