Banten, bimasislam— Bagi sebagian orang, mungkin masjid Muslim Pancasila, yang dibangun di era Orde Baru yang diinisiasi oleh presiden Soeharto kala itu, adalah masjid pemerintah yang dibangun bukan atas dasar kebutuhan umat sehingga banyak yang kurang optimal. Namun, di masjid Muslim Pancasila yang bernama Masjid Jami’ Baitul Khalik, di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon ini memiliki fungsi yang maksimal.
Ketika bimasislam berkunjung ke daerah itu (20/11), masjid ini tergolong sibuk dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Pada saat itu kegiatan yang sedang berlangsung adalah pengajian rutin mingguan (Kamisan) yang diikuti oleh ibu-ibu di daerah sekitar. Salah satu hal yang menarik dari pengamatan bimasislam, ibu-ibu yang datang sepertinya dari daerah yang agak jauh karena mereka datang menggunakan ojek, motor sendiri, bahkan ada yang menggunakan angkota carteran.
Ketika ditanyakan, salah seorang ibu mengatakan: “kami rutin mengikuti pengajian di sini untuk meramaikan masjid ini. Selain untuk mencari ilmu, juga untuk syiar Islam. Makanya sebelum pengajian dimulai kami selalu melantunkan puji-pujian, atau shalawat, tegasnya.
Selain itu, masjid ini juga menjadi tempat ibadah para pekerja perusahaan Krakatau Steel, sekaligus tempat istirahat mereka. Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, juga tempat untuk sekedar rebahan pekerja di serambi masjid.
Dalam catatan bimasislam, masjid yang memiliki tipe khas ini merupakan inisiatif Pak Harto dalam memajukan kehidupan umat beragama sesuai amanat sila pertama Pancasila dengan mendirikan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) pada tanggal 17 Pebruari 1982. Pada saat itu, kebijakan ini mendapat banyak apresiasi karena upaya pak Harto membangun rumah ibadah umat Islam.
Inisiatif tersebut lebih ditekankan pada upaya menumbuhkembangkan semangat gotong royong di kalangan dermawan muslim agar bahu membahu mengumpulkan sumbangan/sedekah/amal jariyah secara sukarela untuk pembangunan tempat ibadah. Program tersebut telah berhasil secara nyata yang pada tahun 2009 telah berdiri 999 unit masjid di seluruh Indonesia. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



