Bandung, Bimas Islam — Masjid Riyadlul Janah yang terletak di wilayah Banjaran, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu Masjid Ramah Pemudik yang banyak dimanfaatkan oleh para musafir selama arus mudik Lebaran. Berada di jalur selatan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, masjid ini kerap menjadi titik singgah bagi pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.
Meski tidak berada di jalur nasional utama, keberadaan Masjid Riyadlul Janah cukup strategis bagi pemudik yang melintasi kawasan Banjaran dan sekitarnya. Setiap harinya, masjid ini didatangi para pemudik yang ingin beristirahat sejenak, menunaikan ibadah, hingga memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, dihubungi Minggu (15/03/2026), menyampaikan bahwa keberadaan masjid ramah pemudik di wilayah seperti Banjaran memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus mudik, khususnya di jalur-jalur alternatif.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan umat. Kehadiran Masjid Riyadlul Janah sebagai tempat transit memberikan manfaat besar bagi pemudik, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan selama perjalanan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus DKM Masjid Riyadlul Janah, Adis Karno, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kebutuhan para pemudik. Masjid dibuka selama 24 jam dengan dukungan fasilitas yang memadai, seperti ruang salat yang nyaman, toilet bersih, area istirahat, serta tempat parkir yang cukup luas.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik. Masjid ini kami buka 24 jam agar siapa pun yang singgah bisa beristirahat dengan tenang. Selain itu, kebersihan dan keamanan juga menjadi perhatian utama kami,” ungkapnya.
Selain fasilitas utama, masjid ini juga menyediakan area selasar yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, serta dukungan konsumsi ringan dari pengurus dan masyarakat sekitar pada waktu-waktu tertentu. Hal ini semakin menambah kenyamanan bagi para musafir yang singgah.
Para pemudik yang melintasi kawasan Banjaran mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Masjid Riyadlul Janah. Tidak sedikit yang memanfaatkan waktu hingga satu hingga dua jam untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Keberadaan Masjid Ramah Pemudik seperti Masjid Riyadlul Janah diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain memberikan kenyamanan fisik, masjid juga menjadi tempat menghadirkan ketenangan batin, sehingga perjalanan mudik dapat dijalani dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan.
Mwr/Mr
Mwr/Mr



