Jakarta, bimasislam— Musabaqah Baca Kitab (MBK) dan Lomba Penulsian Ilmiah Penghulu Tingkat Nasional 2015 merupakan program prioritas tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penghulu. Penghulu sebagai ujung tombak pernikahan diharapkan dapat memiliki wawasan yang luas melalui penguasaan kitab-kitab kuning sebagai rujukan. Demikian dikatakan oleh Dirjen Bimas Islam, Machasin, dalam laporannya pada pembukaan MBK dan Lomba Penulisan Ilmiah Penghulu Tingkat Nasional 2015 di Aula HM. Rasyidi, Gedung Kemenag RI, Jakarta (3/6).
Lebih lanjut Machasin menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menjadikan kitab kuning (klasik) sebagai referensi dalam pengambilan hokum Islam, terutama terkait dengan perkawinan. Selain itu juga untuk meningatkan semangat mereka untuk mengkaji kitab-kitab klasik.
“Kitab-kitab klasik sangat kaya terhadap khazanah keislaman mengenai pernikahan. Dengan kegiatan semacam ini mereka dapat menjadikan kitab-kitab pegangan agar mampu menjawab berbagai persoalan di lapangan. Mereka juga terpacu untuk terus giat mempelajarinya. Sedangkan untuk lomba penulisan ilmiah sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan intelektual dan menulis yang baik untuk publikasi yang luas”, imbuhnya.
Dalam catatan bimasislam, kegiatan rutin ini diikuti oleh perwakilan seluruh provinsi. Pelaksanaannya diadakan secara berjenjang sesuai dengan program kegiatan prioritas Ditjen Bimas Islam. Hadir dalam kegiatan tersebut Menag, Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Bimas Islam, Machasin, Direktur Urais dan Binsyar, Muchtar Ali, dan beberapa pejabat eselon III di lingkungan Ditjen Bimas Islam. Selain itu juga hadir Dewan Juri kegiatan tersebut. (thobib/foto:ilustrasi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



