Jakarta, bimasislam-- Untuk memahami watak media dalam memberitakan setiap peristiwa yang berhubungan dengan citra Kemenag RI, salah satunya isu tentang kehidupan umat beragama, Pusat Informasi Masyarakat Kemenag RI menyelenggaakan analisis berita yang disajikan setiap hari. "Hasil dari analsisis berita sangat penting bagi Kemenag untuk menentukan langkah-langkah berikutnya ke depan. Tahun-tahun sebelumnya, kami sudah melakukan analisis berita, namun kali ini dilakukan secara lebih serius. Term yang digunakan dulu dengan pola analisis yang hasilnya berupa negatif, positif, dan netral. Dari sinilah kemudian dibagikan kepada seluruh unit di lingkungan dan Kemenag untuk dijadikan pijakan dalam pengembangan program dan kegiatan". Demikian dikatakan oleh A. Zubaidi, Kapus Pinmas Kemenag RI, di hotel Sofyan Betawi, Jakarta (17/5).
Beberapa isu yang dianalisis terkait dengan lima bidang tugas Kementean Agama, yaitu Kehidupan umat beragama, kerukunan mat beragama, penyelenggaraan ibadah haji, pendidikan Islam dan pendidikan keagamaan, dan tata kelola kepemerintahan yang baik. "Setiap hari media memberitakan peristiwa-peristiwa kehidupan umat beragama yang menjadi domain tugas Kemenetrian Agama. Karena itu, Kemenag sangat berkepentingan mengetahui analisisi berita dari media-media yang setiap hari kami kliping dan bagikan kepada seluruh jajaran nit eselon 1 di lingkungan Kemenag", kata mantan dosen IAIN Walisongo ini.
Dalam pantauan bimasislam, salah satu yang menjadi obyek analisisi adalah masalah kehidupan umat beragama, yang salah satunya diwakili oleh Bimas Islam. Tim yang dipercaya untuk analisis berita kehidupan umat beragama terdiri dari media Gatra, Koran SINDO, dan Ditjen Bimas. Fokus yang dijadikan analisis adalah berita-berita yang berhubungan dengan kehidupan beragama umat yang terkait laungsung maupun tidak langsung dengan Kementerian Agama. Bebapa isu yang dianalisis diantaranya adalah masalah pelaksanaan zakat, wakaf, penyuluhan agama Islam, temasuk kehidupan umat non-muslim, serta beberapa peristiwa keummatan lainnya, seperti kasus tokoh agama yang melakukan tindak asusila. "Secara langsung kasus ini tidak ada kaitannya dengan citra Kemenag, dalam hal ini Bimas Islam, namun hal in dapat dikaitkan dengan sejauh mana kualit pembinaan uma yang dilakukan Bmas Islam", tegas Thobib Al-Asyhar. (bieb/foto:bmasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



