Jakarta, bimasislam-- Menteri Agama, H. Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkanbahwa setiap pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur’an, umat Islam senantiasa meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang relevansi pesan-pesan Al-Quran sebagai rujukan utama dalam membangun tatanan kehidupan umat manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Hal itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Rabu(16/7).
“Al-Quran membawa misi perubahan yang memungkinkan masyarakat mewujudkan peradaban baru berkat kemampuannya mengembangkan IPTEK dan pengamalan hukum-hukum Ilahi, baik yang termaktub dalam kitab suci maupun yang terbentang di alam raya”, Ujar Menag.
Al-Quran lanjut Menag merupakan kitab yang tidak hanya untuk orang Arab pada awal abad ke-7 M, tetapi juga untuk masyarakat modern, bahkan untuk masyarakat dunia yang akan datang.
“Sebagai kitab suci untuk masyarakat yang berkebudayaan dan berperadaban maju, al-Qur’an tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya atau lingkungan, tetapi juga mengandung berbagai isyarat tentang IPTEK, alam yang dapat dijadikan motivasi dan inspirasi dalam berbagai rekayasa, baik rekayasa sosial maupun rekayasa teknik”, ungkap Pria yang akrab di sapa LHI.
Diakhir sambutannya, Menag berpesan agar peringatan Nuzulul Quran hendaknya dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan interaksi umat Islam terhadap Al-Quran, bukan hanya sebagai pembaca pasif tetapi hendaknya meningkat menjadi pembaca kritis yang mempertanyakan hakekat sebagaimana diajarkan oleh al-Quran itu sendiri.
“Mempelajari dan mengajarkan al-Qur’an tidak terbatas dalam konteks bacaan tekstual, tetapi lebih dari itu mempelajari dan mendalami seluruh kandungan A1-Quran dalam berbagai seginya secara utuh dan komprehensif”,pungkasnya. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



