Jakarta, bimasislam— Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Al-Qur`an merupakan kitab suci yang telah memberikan pengaruh begitu luas dan mendalam dalam jiwa dan tindakan manusia.
“Al-Qur`an mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benderang”, ujar Menag mengutip Quran Surah14:1saat memberikan sambutan pada acara peringatan Nuzulul Qur’an 1437 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/6).
Dikatakan Menag, sejak awal Al-Qur`an memperkenalkan dirinya sebagai Kitab Suci yang berfungsi melakukan perubahan positifdalam segala lini kehidupan manusia. “Al-Qur’an memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu, masyarakat yang bergama Islam hendaknya menghayati serta menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang ada dalam Al Quran”, terang Menag.
Perubahan positif, lanjut Menag baru dapat terlaksana bila memenuhi dua syarat pokok. Dua syarat pokokitu adalahpertama: nilai atau ide yang dihayati, dan kedua: iradah (kehendak) manusia untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai tersebut.
“Perpaduan keduanya menciptakan kekuatan pendorong guna melakukan sesuatuyang dicita-citakan. Seluhur apa pun sebuah nilai, bila tidak meresap dalam kepribadian seseorang dan mendorongnya untuk bertindak, tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali slogankosong yang diucapkan dengan menakjubkan”, tegas Menag.
Ditambahkan Menag, perubahan memerlukansumber daya manusia yang tangguh dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.“Sumber daya manusia manusia yang berkualitas dalam pandangan Al-Qur`an adalah individu yang mampu mencapai derajat Ulul albab, yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan”, pungkas Menag.
Di tempat yang sama, Dr. H. Yusnar Yusuf Rangkuti, M.Si, Ketua Umum Pengurus Besar Al-Washliyah, ditunjuk memberikan uraian hikmah peringatan Nuzulul Qur`an dengan tema Al-Qur`an dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia.Dalam paparannya Yusnar Yusufmenegaskan bahwa keimanan dan ketaqwaan yang dibangun melalui Al-Qur’an dipercaya akan dapat menjiwai, menggerakkan dan mengendalikan segala usaha membangun tatanan akhlak generasi bangsa.
Hadir dalam acara ini, Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga tinggi Negara, Menteri Kabinet Kerja, para Duta Besasr Negara sahabat, pimpinan partai politik, pimpinan ormas Islam dan Mahasiswa Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.
(syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



