Jakarta, Bimas Islam — Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, dan aset keumatan untuk mendukung pengembangan pendidikan yang berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Mudzakarah Istiqlal bertema “Wakaf Pendidikan Global Berbasis Masjid: Membangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan untuk Peradaban Dunia” di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Menurut Menag, Indonesia memiliki modal sosial dan keagamaan yang besar untuk mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis filantropi Islam. Potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, pengelolaan zakat, wakaf, dan berbagai instrumen filantropi Islam perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan," ujar Menag, Rabu (24/6/2026).
Menag menilai pendidikan merupakan investasi strategis yang menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan perlu menjadi perhatian bersama, termasuk melalui optimalisasi instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
"Investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masa depan masyarakat dan bangsa. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa berbagai sumber daya yang kita miliki dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan," katanya.
Menurut Menag, penguatan sektor pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan.
"Pendidikan yang baik bukan hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan kemanusiaan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak berbagai lembaga pengelola zakat dan wakaf untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung akses pendidikan masyarakat, termasuk melalui pemberian beasiswa, penguatan sarana pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana sosial keagamaan yang profesional dan akuntabel akan memberikan dampak yang lebih besar bagi kemajuan umat.
"Semakin baik pengelolaan zakat dan wakaf, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kontribusi filantropi Islam bagi pembangunan bangsa," ungkapnya.
Menag juga menyoroti kontribusi historis lembaga pendidikan Islam dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, pesantren, madrasah, dan berbagai institusi pendidikan keagamaan telah berperan besar dalam mencetak generasi yang memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, ia mendorong agar berbagai potensi yang dimiliki umat dapat terus dikonsolidasikan untuk mendukung pengembangan lembaga pendidikan keagamaan di masa mendatang.
Menag mengapresiasi penyelenggaraan Mudzakarah Istiqlal sebagai ruang dialog, kolaborasi, dan pertukaran gagasan mengenai pengembangan wakaf pendidikan.
"Saya berharap forum ini dapat menghasilkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang bermanfaat untuk memperkuat pengelolaan wakaf pendidikan serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas," tuturnya.
Menag menambahkan bahwa Indonesia memiliki jaringan masjid, lembaga pendidikan, serta aset wakaf yang tersebar luas di berbagai daerah. Potensi tersebut, menurutnya, dapat terus dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan.
"Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, pengembangan pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Semangat inilah yang perlu terus kita kembangkan bersama," pungkas Menag.
Mudzakarah Istiqlal menghadirkan sejumlah ulama, akademisi, praktisi wakaf, serta peserta dari dalam dan luar negeri untuk membahas penguatan ekosistem wakaf pendidikan berbasis masjid sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan berkelanjutan dan kemajuan peradaban.
(Kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



