Jakarta, bimasislam-- Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) menyelenggarakan Pedidikan dan Pelatihan Nasional Kader Dakwah di hotel Sahid, Jakarta (4/3). Dalam sambutannya, Menteri Agama, yang diwakili oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, mengatakan bahwa masjid dapat dijadikan sebagai media strategis untuk pembangunan sebuah peradaban.
“Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena itu, salah satu hal penting yang dilakukan baginda Muhammad Saw, sesaat setelah tiba di Yatsrib (Kota Madinah), selain mempersaudarakan sahabat Muhajirin dan Anshar, adalah membangun Masjid Quba. Ini mengindikasikan betapa penting dan strategisnya fungsi masjid bagi pembangunan sebuah peradaban”, tegasnya.
Lebih lanjut Amin menegaskan bahwa sekitar 10 tahun pasca nabi hijrah ke Madinah, peradaban yang berbasis kepada ajaran Islam, kebudayaan dan kemanusiaan itu dapat dibangun oleh baginda Nabi Muhammad SAW, dan dampak positifnya dapat kita saksikan dan rasakan hingga hari ini.
Oleh karena itu, imbuh Amin, jika hari ini kita hendak membangun sebuah peradaban umat dan bangsa yang unggul, tangguh, berkarakter dan disegani, maka masjid menjadi medium yang tepat sebagai titik pijak dan pengembangan diri.
“Masjid bukan sekadar sebagai tempat shalat dan mengaji, tapi bisa menjadi kawah candradimuka bagi umat Islam untuk menyemai semangat menimba ilmu, membangun jejaring silaturahmi, mengembangkan ekonomi dan mempertajam hubungan spiritualitas dengan Sang Ilahi. Jika demikian, insyaAllah peradaban agung yang kita impikan bersama itu akan terealisasi di republik ini,” jelas mantan rektor IAIN Gorontalo ini.
Terkait dengan program pendidikan dakwah BKPMRI, Amin menggarisbawahi tentang besarnya tantangan yang dihadapi remaja dan pemuda. Generasi muda tersebut akan semakin kompleks tantangannya seiring dengan kemajuan dan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Untuk itu, ujarnya, generasi muda Islam perlu dibentengi dari pengaruh buruk yang muncul akibat pengaruh budaya asing serta dampak negatif globalisasi dan perubahan nilai di masyarakat.
“Saya ingin mengajak kita sekalian agar menjadikan kegiatan DIKLATNAS Kader Dakwah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) ini sebagai forum untuk meningkatkan peran dan kontribusi organisasi dalam pembinaan umat. Kegiatan ini diharapkan pula dapat melahirkan generasi-generasi muda bangsa yang handal, berkualitas dan mampu mendakwahi lingkungan sekitarnya dengan menunjukkan perilaku yang baik sebagaimana ajaran agama yang dicontohkan baginda Muhammad SAW”, tutupnya. (thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



