Jakarta, bimasislam—Gema Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits diharapkan menjadi resonansi sosial dan sentuhan syiar dakwah di tengah masyarakat dan bangsa kita yang penuh dinamika dan tantangan. Karena itu, pemahaman yang utuh terhadap da benar terhadap Al-Quran dan Hadits sebagai sumber pokok ajaran Islam harus terhindar dari pengaruh aliran dan paham menyimpang. Demikian dikatakan oleh Menag, Lukman Hakim Saifuddin, dalam upacara penutupan Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Su’ud Tingkat Nasional dan Negara ASEAN dan Pasifik VII di Auditorium HM. Rasyidi (11/3).
Lebih lanjut Lukman menegaskan, kegiatan MHQH ini sangat bermanfaat dalam rangka memelihara kecintaan dan kesadaran umat Islam untuk menggali makna dan hikmah Al-Quran dan Hadits sebagai inspirasi masa depan.
“Umat Islam akan dapat meraih kembali kejayaan dan kegemilangan peradaban di abad ke-15 H ini seperti kejayaan dunia Islam abad pertengahan. Jika kita benar-benar kembali kepada Al-Quran dan Hadits, dalam arti bukan saja membaca dan menghafal secara tekstual tetapi membaca dan menghafal secara kontekstual, niscaya Islam akan menjadi maju seperti yang pernah dikatakan oleh Soekarno “api Islam” bukan mengambil “abunya”.
“Pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara Islam Indoensia dan Timur Tengah, selagi berpedoman kepada Al-Quran dan Hadits. Paradigma yang ditinggalkan oleh imperalisme dan kolonialisme yang berabad-abad menjajah dunia Islam dengan semangat anti-Arab dan pro-Barat sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan dunia dewasa ini. Saat ini telah terbuka dialog Timur-Barat untuk memajukan peradaban dan kemanusiaan”, imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, Shaikh Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, menyampaikan bahwa kegiatan MHQH ini sebagai bukti kerja sama Indonesia dan Arab Saudi berjalan dengan baik. Model hubungan seperti ini ke depan perlu terus ditingkatkan, khususnya dalam pengajaran dan penyebarluasan pemahaman dan pengamalan Al-Quran dan Hadits, sehingga akan umat Islam akan tumbuh sebagai komunitas yang berkualitas.
“Atas terselengranya kegiatan ini, kami mewakili pemerintah Arab Saudi menyampaikan banyak terima kasih kepada presiden RI, Joko Widodo, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin”, ujarnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



