Jakarta, bimasislam—Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin berharap media turut serta menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan cara menghadirkan program siaran yang dapat mencerahkan masyarakat.
“Media masa menduduki posisi yang sangat strategis. Di era teknologi informasi, media semakin memiliki peran dan kontribusi dalam pelaksanaan esensi bulan ramadhan. Semoga semua siaran di bulan Ramadhan tahun ini dapat mencerahkan publik”
Hal itu disampaikan Menag dalam acara Temu Konsultasi Pengelola Media yang diselenggarakan oleh Direrktorat Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, di Gedung Kemenag, Jl.MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (31/5).
Dikatakan Menag, Kementerian Agama ingin memaknai bulan Ramadhan agar seluruh umat Islam dan umat beragama pada umumnya memiliki persepsi yang sama terhadap esensi makna dari Ramadhan. Karenanya seluruh aktifitas harus sejalan dengan esensi Ramadhan itu sendiri.
Menag berharappara pengelola media ikut menjaga kerukunan umat beragama agar bulan Ramadhan semakin kondusif. “Harapan kami, kepada media agar kehidupan keagamaan kita itu kondusif apalagi ini di bulan Ramadhan tentu bulan suci yang harus kita jaga kesuciannya bersama dan karenanya dituntut masing-masing kita proaktif untuk mengembangkan toleransi dalam kaitannya menghormati dan menghargai perbedaan yang ada di pihak lain”, ujar Menag.
Selain itu, Menag menakankan bahwaRamadhan selain bulan suci, adalahbulan dimana umat Islam mampu menempa diri, esensinya adalah momentum dimana umat Islam mampu mengendalikan diri sendiri, yaitu hawa nafsunya. Karena hawa nafsu itu adalah musuh utama manusia.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Idy Muzayyad mengungkapkan bahwa dari tahun ketahun siaran keagamaan di bulan Ramadhan terus mengalami perbaikan kualitas, hal itu terjadi karena adanya kontrol dari masyarakat.
“Pengamatan kami, ada kecenderungan atau tren perbaikan kualitas program keagamaan khususnya di bulan Ramadhan, dibuktikan makin banyaknya program kreatif, yang menggabungkan spirit ramadhan dengan program yang sama dengan spirit itu”, ungkap Idy.
Acara yang dipandu Dirjen Bimas Islam, Machasin ini tampak begitu dialogis. Satu persatu pengelola media Televisi menyampaikan program siaran keagamaan di bulan Ramadhan. Tampak hadir pengelola Trans TV, Trans-7, Metro TV, TV One, ANTV, Global TV, TVRI, SCTV, RCTI, MNC TV, O-Chanel, TVMu, Net-TV, Indosiar, i-News TV, Kompas TV dan beberapa media online dan cetak. Selain itu, hadir pula perwakilan Lembaga Sensor Filem (LSF) dan perwakilan Ormas Islam.
[syam/bimasislam/foto:kemenag]
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



