Kabupaten Tangerang, Bimas Islam — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, industri halal terus menunjukkan perkembangan positif di tingkat nasional maupun global. Hal itu disampaikannya saat memberikan keynote speech pada Indonesia Halal Brands and Food (IHBF) Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (30/5/2026).
Menag menyebut, produk halal kini menjadi kebutuhan masyarakat dunia, termasuk di negara-negara Barat. Menurutnya, makanan halal semakin mudah ditemukan di berbagai kota dunia, seperti New York, sementara kajian halal juga berkembang di sejumlah negara Eropa.
“Sekarang makanan halal sudah mudah ditemukan di banyak negara. Ini menunjukkan bahwa halal telah menjadi kebutuhan global,” ujar Menag.
Ia mengajak generasi muda Indonesia terlibat dalam riset dan inovasi produk halal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama industri halal global. "Anak-anak muda kita harus masuk dalam gerakan riset produk halal. Kita jangan hanya menjadi pembeli, tetapi juga produsen,” katanya.
Menag menilai ekonomi syariah dan industri halal Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Ia mengatakan posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, konsep halal dan ekonomi syariah bersifat inklusif karena mengedepankan kualitas, etika, dan kemanfaatan yang dapat diterima berbagai kalangan, tidak terbatas pada umat Islam.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Lubenah, mengatakan, keterlibatan Kementerian Agama dalam IHBF 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal nasional. "Kehadiran kami diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi kemajuan ekosistem halal di Indonesia. Lebih jauh, Indonesia bisa menjadi pusat industri halal dunia,” ujarnya.
Lubenah menambahkan, IHBF 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perusahaan dan pelaku UMKM dalam pengembangan industri halal, mulai dari makanan hingga fesyen.
“Kegiatan ini menjadi ekosistem kolaborasi, bukan kerja sektoral semata. Selain itu, IHBF juga memperkuat arus utama ekosistem halal sebagai karakter spiritual masyarakat,” lanjutnya.
Melalui IHBF 2026, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Mwr/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



