Kabupaten Tangerang, Bimas Islam — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pengembangan industri halal tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan bisnis, tetapi juga perlu dibangun melalui penghayatan nilai-nilai keagamaan yang mendalam.
Hal itu disampaikan Menag saat memberi keynote speech dalam kegiatan Indonesia Halal Brands and Food (IHBF) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Menag, umat beragama, khususnya umat Islam, perlu melaksanakan dua dimensi secara seimbang, yaitu kesemarakan syiar dan pendalaman spiritual. “Jangan sampai penghayatan melulu tetapi tidak ada kesemarakan syiarnya. Sebaliknya, jangan hanya kesemarakan saja tanpa pendalaman spiritual. Dua hal ini harus berjalan paralel,” ujar Menag.
Ia juga menekankan bahwa konsep halal kini telah menjadi fenomena global yang diterima lintas negara dan lintas agama. Ia mencontohkan berkembangnya produk halal dan ekonomi syariah di berbagai negara non-Muslim seperti Inggris dan Australia.
“Halal tidak berkaitan dengan ideologi tertentu. Sekarang produk halal berkembang di mana-mana, bahkan pusat kajian halal justru banyak berkembang di negara-negara Barat,” katanya.
Ia menyebut, kesadaran masyarakat terhadap produk halal terus meningkat. Jika dahulu masyarakat belum terbiasa mempertanyakan kehalalan suatu produk, kini halal telah menjadi perhatian publik secara luas.
Menag optimistis Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Menurutnya, posisi ekonomi syariah Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan secara global. "Kita harus menjadi produsen produk halal tertinggi di dunia. Ekonomi syariah Indonesia terus naik dan insya Allah bisa menjadi yang terdepan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak seluruh peserta dan pengunjung IHBF untuk ikut mengampanyekan halal sebagai bagian dari gaya hidup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mwr/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



