Jakarta, bimasislam—Dalam sambutan Acara Pisah-Sambut Sekjen Kementerian Agama yang baru Prof. Dr. Nursyam, M. Si. dengan mantan Sekjen, Bahrul Hayat, Ph.D., Menteri Agama, Dr. H. Suryadharma Ali, M. Si, mengatakan bahwa pergatian jabatan itu merupakan hal biasa. “Datang dan pergi itu sunnatullah. Sebagaimana pula jabatan, jika tidak ingin kehilangan sebuah jabatan, maka jangan pernah berfikir memiliki jabatan. Sekarang saja, saya sudah melatih tidak menggunakan PIN Menag, biar saatnya nanti bulan Oktober tidak kaget ketika sudah tidak jadi Menteri Agama lagi”. Demikian dikatakan oleh Menag di hadapan para pejabat eselon I yang baru dan mantan pejabat eselon 1, serta seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Auditorium HM. Rasyidi, Gedung Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (17/4).
Pada kesempatan tersebut Menag menyampaikan banyak terima kasih kepada Bahrul Hayat, Ph.D. yang mendampingi selama kepemimpinannya. “Banyak suka dan duka bersama dengan pak Bahrul Hayat, tentu ini merupakan dinamika selama kita mengabdi bersama-sama. Pada saat pertama kali saya menjadi menteri, saya pun tidak mengerti apa-apa tentang Kementerian Agama, seperti aturan perundang-undangan, aturan kepegawaian, tugas dan fungsi, dan lain sebagainya. Namun, setelah saya mendapat masukan dari pak Bahrul, akhirnya saya banyak mengerti hingga saat ini. Karena itu, saya mengucapkan banyak terima kasih, dan mohon maaf jika ada salah dan khilaf”, ungkapnya.
Lebih lanjut Menag menegaskan, bahwa ketika awal menjadi Menag, kondisi laporan keuangan Kemenag masih disclaimer oleh opini BPK. “Saya minta kepada Irjen saat itu agar berusaha keras, agar capaikan opini pengelolaan keuangan menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Target saya harus tinggi, meskipun akhirnya didapat menjadi satu tingkat, yaitu WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Kemudian saya minta lagi agar meningkat meningkat minimal sati tingkat, dan menjadi WTP DPP. Alhamdulillah, akhirnya kita bisa mencapai WTP tanpa ada DPP”, imbuhnya.
Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Biro Keuangan, Syihabuddin Latief, menyampaikan bahwa pada tahun 2013 Kementerian Agama mendapat peringkat 3 besar dalam serapan anggaran dari 10 Kementerian/Lembaga yang mendapat anggaran tertinggi. Selain itu, Kemenag juga mendapat predikat sebagai Kementerian yang paling konsisten menjalankan RKP (Rencana Kerja Pemerintah). (bieb/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



