Jakarta, Bimas Islam — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 dalam agenda Pengukuhan dan Rapat Kerja Tim Hisab Rukyat di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Pengukuhan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi ulama, saintis, dan berbagai lembaga dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
Menag mengungkapkan, Tim Hisab Rukyat memiliki peran strategis dalam menghadirkan kepastian waktu ibadah yang selaras dengan prinsip syariat, ilmu pengetahuan, serta menjaga harmoni kehidupan umat beragama.
“Kehadiran Tim Hisab Rukyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum terkait ibadah umat Islam. Penentuan awal bulan Hijriah bukan sekadar urusan teknis penanggalan, tetapi juga menyangkut aspek keyakinan dan kebersamaan sosial,” ujar Menag.
Menurut Menag, rekomendasi yang dihasilkan Tim Hisab Rukyat harus memiliki landasan yang kuat, baik secara syar’i maupun saintifik. Karena itu, sinergi antara pakar astronomi, akademisi, ulama, dan organisasi masyarakat Islam perlu terus diperkuat.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama mengedepankan pendekatan dialogis dalam penetapan awal bulan Hijriah. Pemerintah, kata dia, ingin menghadirkan keputusan yang menenangkan dan dapat menjadi rujukan bersama di tengah keberagaman metode yang berkembang di masyarakat.
“Kita ingin menghadirkan keputusan yang mendatangkan kemaslahatan tanpa menafikan keberagaman pendekatan yang ada. Karena itu, dialog dan musyawarah menjadi sangat penting,” katanya.
Menag juga meminta Tim Hisab Rukyat aktif membangun literasi publik mengenai hisab dan rukyat. Menurutnya, ketegangan di masyarakat sering muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap mekanisme penetapan awal bulan Hijriah.
“Jadilah jembatan informasi. Bantu masyarakat memahami bahwa hisab dan rukyat bukan untuk dipertentangkan, tetapi saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Menag.
Selain itu, Menag menekankan pentingnya menjaga kebersamaan umat di tengah dinamika perbedaan penentuan hari besar keagamaan. Ia berharap forum Tim Hisab Rukyat dapat menjadi ruang memperkuat ukhuwah dan memperluas komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, pengukuhan Tim Hisab Rukyat menjadi bagian dari penguatan peran Kementerian Agama dalam merespons dinamika penentuan awal bulan Hijriah secara moderat, ilmiah, dan inklusif.
Menurut Abu, tim tersebut dibentuk melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 208 Tahun 2026 dengan melibatkan unsur pemerintah, lembaga negara, akademisi, pakar falak dan astronomi, serta organisasi masyarakat Islam.
“Tim Hisab Rukyat menjadi ruang bersama untuk mempertemukan perspektif syariat dan sains dalam penentuan awal bulan Hijriah. Pendekatan ini penting agar keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi keagamaan sekaligus dasar ilmiah yang kuat,” ujarnya.
Abu menjelaskan, Tim Hisab Rukyat juga diharapkan menjadi sarana penguatan komunikasi lintas ormas Islam dan lembaga terkait, terutama menjelang pelaksanaan Sidang Isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 17 Mei 2026.
Ia menyebut, berdasarkan data hisab, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H di seluruh wilayah Indonesia telah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 derajat 17 menit hingga 6 derajat 56 menit, serta elongasi antara 8 derajat 54 menit hingga 10 derajat 37 menit.
“Pemantauan hilal akan dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia. Kami berharap proses Sidang Isbat berjalan lancar dan memberikan kemaslahatan serta memperkuat kebersamaan umat,” kata Abu.
Kegiatan pengukuhan dan rapat kerja Tim Hisab Rukyat dihadiri unsur Mahkamah Agung, BRIN, BMKG, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al Irsyad, Al Washliyah, akademisi, pakar falak dan astronomi, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh hisab rukyat dari berbagai daerah.
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 208 Tahun 2026, susunan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 terdiri atas:
Pimpinan
1. Arsad Hidayat (Ketua)
2. Lubenah (Sekretaris)
Bidang Kelembagaan
1. M. Faried Saenong
2. Sutomo
3. Andi Salman M
4. Muhammad Ainul Yakin
5. Imam Syaukani
6. Daud Al Wadud
7. Himawan Widiyanto
8. KH Abdullah Jaidi
9. KH Sirril Wafa
10. Syarif Ahmad Hakim
11. KH Zufar Bawazir
12. Tubagus Hadi Sutikna
13. Arso
14. Ismail Fahmi
15. Nur Rahmawati
16. Nurul Badruttamam
17. Dedi Slamet
18. Fathur Rozi
19. Mat Achwani
20. Sugeng Hermanto
21. Nanang Pakhrurozi
Bidang Kepakaran
1. Thomas Djamaluddin
2. Khafid
3. Cecep Nurwendaya
4. Muhammad Yusuf
5. Assadurrahman
6. Ahmad Izuddin
7. Maskufa
8. Susiknan Azhari
9. Ma’rufin Sudibyo
10. KH Yahya
11. KH Marzuqi Ahal
12. Siti Tatmainul Qulub
13. Munfaridah
Bidang Administrasi
1. Ida Farida
2. Maulidiani Az Zahra
3. Fatin Qurratu Ainy
4. Aan Anida Lathifah
5. Neneng Kholisoh
6. Ahmad Zulfi Aufar
7. Faqih Muhammad Kamil
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



