Launcing dua palikasi ini ditandai dengan Menteri Agama bersama Dirjen Bimas Islam Machasin, dan Direktur Penerangan Agama Islam Muhtar Ali dengan memencet tombol aplikasi secara bersama. Dalam sambutannya, Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan apresiasi kepada Bimas Islam yang telah melakukan sebagai sebuah besar untuk meningkatkan kualitas sajian data keagamaan dan akuntabilitas kinerja penyuluh agama.
“Saya memberikan apresiasi untuk Ditjen Bimas Islam, setelah sekian lama menunggu, akhirnya lahir juga program ini,” terang Menag disertai dengan tepuk tangan hadirin.
Simpenais berisi tentang 17 data-data kegamaan, diantaranya penyuluh agama PNS dan Non PNS, Majelis Taklim, Ormas Islam, Qari dan Qariah, Mufassir mufassirah, Dewan Hakim, dan lain-lain. Simpenais juga menyimpan data-data penyuluh by name by address yang dapat dilacak keberadaannya dan bisa terkoneksi langsung dengan para pengambil kebijakan.
Sedangkan aplikasi e-Kinerja yang merupakan pengembangan aplikasi SIMPENAIS dibuat sebagai media akuntabilitas kinerja harian penyuluh. Sisten ini juga dilengkapi dengan data-data keagamaan berbasis persoalan riil di setiap wilayah yang dientri langsung oleh para penyuluh dengan menggunakan google map (citra satelit). Dengan demikian, diharapkan setiap masalah bisa didiskusikan bersama pemecahannya.
“Apa yang dihasilkan ini revolusioner. Tidak hanya untuk memudahkan pelaksanaan tugas Ditjen Bimas Islam, aplikasi ini juga wujud dari akuntabilitas kita, sebagai ASN,” tegas Menag.
“Aplikasi ini dapat menjadi sarana bagi media, masyarakat, untuk mengetahui berbagai hal yang ada di Simpenais ini,” tambahnya. Untuk itu, Menag menggarisbawahi pentingnya update informasi yang tersaji dalam sistem ini sesuai dengan perkembangan. “Karena informasi itu mengalami perubahan, maka updating harus senantiasa dilakukan,” pesannya.
Menag menambahkan, untuk mewujudkan misi meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia yang baik, diperlukan figur, sosok, aktor yang senantiasa menjalankan tugasnya sebagai penerang di bidang agama. Disinilah letak strategis penyuluh. Mereka hidup di tengah masyarakat untuk menjalankan fungsi dan tugasnya membrikan penerangan di bidang agama.
(thobib/bimasislam)



