Bogor, bimasislam--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melaunching "Mushaf Standar Indonesia serta Alquran dan Terjemahnya" di halaman Kantor Unit Percetakan Alquran (UPQ), Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/10/2017)
Dalam sambutannya, Menag mengaku bersyukur bahwa tahun ini Kementerian Agama dapat mencetak Mushaf lebih banyak dari tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, tahun ini kita dapat mencetak sebanyak 120 ribu eksemplar, terdiri dari 110 ribu mushaf Alquran Standar Indonesia ditambah 10 ribu eksemplar Alquran dan Terjemahnya." Ujar Menag.
Menag berharap tahun-tahun berikutnya, Kemenag mampu mencetak Alquran lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan umat Islam di tanah air akan ketersediaan kitab suci.
"Tahun 2018 kita akan tambah lagi menjadi 400 ribu mushaf Alquran. Bahkan, tahun 2019, setidaknya 1 juta Alquran harus bisa kita cetak." Ujar Menag semangat.
Pada kesempatan itu, Menag menambahkan bahwa keberadaan mushaf Alquran sangat penting untuk disebarkan kepada masyarakat karena kitab suci merupakan basis agar agama dapat tetap terpelihara.
Oleh karena itu, lanjut Menag, pihaknya tidak menutup peluang pihak swasta untuk membantu pemerintah dalam mencetak Kitab Suci Alquran.
Sejalan dengan itu, ditambahkan Menag, perlu ada standar yang menjadi rujukan bagi pencetakan mushaf di tanah air.
"Perlu ada standar yang menjadi rujukan bagaimana Kitab Alquran yang beredar di Indonesia, setidaknya _rasm_ (tulisannya)."
Selain Menteri Agama, tampak hadir dalam acara tersebut anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Bimas Islam, serta para pejabat Eselon I dan II. Hadir pula mantan Menteri Agama Said Aqil Hussein al-Munawwar, para alim ulama dan sejumlah tokoh lainnya.
(Sigit/bimasislam)



