Jakarta, Bimas Islam -- Sebanyak 1.445 peserta memadati Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/9/2025), untuk mengikuti ZaWa (Zakat Wakaf) Funwalk yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag). Kawasan bebas kendaraan yang biasa berlangsung setiap Minggu pagi itu berubah menjadi arena jalan santai dalam rangkaian Blissful Mawlid 1447 Hijriah.
Ribuan peserta itu berasal dari 81 lembaga zakat dan wakaf, yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Nazir, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), asosiasi bidang zakat dan wakaf, mitra strategis lainnya, serta pegawai internal Kemenag dan masyarakat umum sebanyak 320 orang. Suasana acara semakin meriah dengan penampilan “Gema Semarak Mawlid” bersama Wali Band, serta komika Arafah Rianti yang memandu acara.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi melepas peserta dari Kantor Kemenag pada pukul 07.00 WIB. Rute funwalk dimulai dari Gedung Kemenag Thamrin, melewati Halte Bundaran HI, dan kembali ke titik awal.
Acara ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, Ketua BAZNAS Noor Achmad, pejabat eselon I–III, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag.
Dalam kesempatan itu, Menag mengungkapkan tradisi keagamaan Islam yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kemandirian umat dan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah. “Hari ini kita membuktikan bahwa umat Islam senang berbagi. Sebenarnya, agama apa pun juga demikian, baik Kristen, Hindu, maupun Buddha. Dalam Islam, banyak sekali pundi-pundi keumatan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan lainnya,” ujar Menag.
Menurutnya, siklus peredaran dana melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi upaya peningkatan gizi masyarakat secara tidak langsung. Ia mencontohkan zakat yang terkumpul saat ini sekitar Rp41 triliun tahun 2025, padahal potensinya diperkirakan mencapai Rp327 triliun. “Belum lagi wakaf yang seharusnya lebih besar daripada zakat,” katanya.
Menag menambahkan, negara-negara lain memiliki praktik pengelolaan wakaf yang lebih maju. Di Kuwait, misalnya, setiap pembayaran zakat rata-rata disisihkan 5 persen untuk wakaf. Skema serupa dapat diterapkan di Indonesia dengan menyisipkan sebagian kecil dana wakaf tunai pada pembayaran tol, listrik, atau air.
“Kalau praktik ini dilakukan, umat Islam akan memiliki dana _cash_ yang sangat besar dalam waktu singkat,” ucapnya.
Ia menegaskan, penguatan zakat, wakaf, infak, dan sedekah akan melahirkan umat yang berdaya sehingga ketergantungan terhadap negara dapat berkurang. Menurutnya, untuk membebaskan sekitar dua juta penduduk miskin mutlak yang 90 persen di antaranya umat Islam, hanya dibutuhkan Rp20 triliun jika pengelolaan zakat dan wakaf berjalan optimal.
“Melalui kegiatan ZaWa Funwalk ini, kita berupaya mengurangi sedikit ketergantungan umat kepada pemerintah, termasuk kepada pengusaha,” kata Menag.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menambahkan, dalam ZaWa Funwalk, lebih dari 40 lembaga membuka stan untuk menampilkan produk pemberdayaan zakat dan wakaf di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Parade kreatif yang digelar di lokasi dinilai oleh panitia dan memperebutkan hadiah.
“Juga terselenggara Zawa Expo dengan 40 stan program pemberdayaan yang diiringi penyaluran bantuan bagi mustahik berupa paket sembako untuk 100 penerima dan bantuan modal usaha. Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) juga membagikan 500 mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat,” papar Abu.
Agenda ZaWa Funwalk ini turut menghadirkan seremoni penyerahan Beasiswa Zakat Indonesia kepada 153 mahasiswa dengan total bantuan Rp16,85 miliar dari BAZNAS dan 18 LAZ skala nasional. Pada kesempatan yang sama diresmikan 35 titik Kampung Zakat yang dikelola melalui sinergi APBN dan kemitraan multipemangku kepentingan, termasuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Selain itu, disalurkan bantuan peduli yatim senilai Rp21 juta dan digelar Gerakan Wakaf Uang untuk Pendidikan, khususnya untuk rehabilitasi madrasah melalui inovasi produk Cash Waqf Link Deposito,” jelasnya.
Abu menyebut, ZaWa FunWalk bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya zakat dan wakaf. Momentum ini juga dijadikan penggerak semangat berbagi dan kepedulian sosial, sekaligus menjadi sarana untuk menyebarluaskan program pemberdayaan berbasis zakat dan wakaf.
“Ajang ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan zakat dan wakaf. Dengan keterlibatan publik, diharapkan gerakan zakat dan wakaf semakin luas dan berdampak bagi kesejahteraan sosial,” tandas Abu.
Rangkaian Blissful Mawlid 1447 H telah bergulir sejak 24 Agustus 2025 dengan kegiatan pembuka CFD Mawlid Funwalk dan akan berakhir pada 2 Oktober 2025 melalui agenda penutup “Ngaji Budaya: Haflah Maulid al-Rasul” di UIN Walisongo Semarang.
Wcp/Mr



