Jakarta, bimasislam— Dalam sambutan pada Penganugerahan dan Launching ID Card Masjid yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag di hotel Lumire, Jakarta (13/12), Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang menghindari hidup dekat masjid. Karena setiap masjid menggunakan pengeras suara yang dianggap dapat mengganggu kehidupan mereka.
“Sebagian masyarakat belakangan ini masih menghindari bermukim dekat dengan masjid. Bahkan ada informasi dari para pengembang dan broker property kepada saya, rumah-rumah yang dekat dengan masjid kurang diminati. Ini harus menjadi refleksi kita karena semua masjid memiliki pengeras suara”, tegas Menag.
Oleh karena itu, Menag menyarankan agar pengurus masjid lebih kreatif dan menemukan kearifan dalam mengelola agar masyarakat merasa nyaman dekat dengan masjid.
“Masih ada masjid-masjid yang kurang tepat dalam menggunakan pengeras suara. Kalau azan, okelah karena itu penggilan shalat dan syiar. Namun di luar itu, seperti wirid atau pengajian, cukuplah diperdengarkan di internal jamaah masjid itu sendiri saja. Apalagi pada bulan puasa, ada masjid dan mushalla yang memutar kaset tarhim sejam sebelum waktu sahur. Kalau di masyarakat perkotaan ini bisa mengganggu karena mereka perlu istirahat. Sehingga para pengurus masjid perlu memili cara-cara yang lebih arif dalam masalah ini”, ujarnya.
Menurut Menag, Masjid-masjid telah secara intensif melakukan pembinaan, pelayanan, dan bimbingan kepada masyarakat. Penganugerahan terhadap masjid ini untuk mendorong agar masjid memiliki fungsinya melalui tiga hal itu, yaitu imarah, idarah, dan riayah. Namun optimalisasi fungsi harus berbasis pada msalah riil di masyarakat agar masjid tidak hanya semata untuk shalat (mahdhah) saja.
“Masjid yang belum berfungsi optimal menjadi tugas pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama. Tapi juga perlu dukungan dari Pemda, serta perlu melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Masjid akan berfungsi secara optimal jika masyarakat terlibat, karena mereka merasa memiliki. Sehingga apa yang dikembangkan oleh masjid sebagai refleksi masyarakat itu sendiri, bukan keinginan pengurusnya”, tutupnya.
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



