Jakarta, bimasislam—“Ada lima hal yang harus dilakukan untuk perbaikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kemenag ke depan,”demikian ditegaskan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin saat Evaluasi Target Capaian Kinerja Kementerian Agama Tahun 2015 hari Selasa (19/1) ini. Acara yang menghadirkan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) sebagai narasumber ini bertempat di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag Thamrin.
Di hadapan semua eselon 1, 2 , dan 3 Kemenag Pusat yang hadir, Lukman memaparkan 5 (lima) hal dimaksud, antara lain: Pertama, Membuatpayung hukum terkait sinkronisasi Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Kemenag pada Level Eselon 1 dan 2, dengan mereviewdokumen perencanaan; Kedua, Membuat Aplikasi Online untuk mengukur rencana aksi; Ketiga, Meningkatkan kualitas evaluasi akuntabilitas kinerja pada tiap unit kinerja; Keempat, Memperbaiki perencanaan untuk meningkatkan kualitas dan pemanfaatan laporan; Kelima, Memperkuat penerapan “budaya kinerja”pada setiap unit, misalnya dalam hal penilaian kinerja dan mekanisme reward and punishment atas kinerja pegawai.
Menag mengapresiasi capaian kinerja semua eselon 1 sehingga mampu mencapai angka 88,86% sampai akhir tahun 2015 kemarin. Itu sebenarnya lebih rendah dari target yang dicanangkan pada saat Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan III bulan Oktober lalu pada angka 93,06%. “Tapi itu sangat saya hargai, karena masih di atas rata-rata capaian kinerja Kementerian secara nasional pada angka 86,23%,”singgungnya dengan senyum.
Apa yang telah kita lakukan selama tahun 2015, menurutnya, merupakan kinerja yang mengindahkan pada prinsip kepatuhan pada aturan dan berorientasi pada hasil. Ini sesuatu yang harus kita syukuri dan banggakan, ujar Lukman, walau masih ada saja kekurangan.
Seirama dengan Menag, Sekjen Kemenag Nur Syam melaporkan bahwa capaian kinerja tahun 2015 lebih tinggi daripada tahun 2014 (88,48%) tapi lebih rendah dari tahun 2013 (91,30%). Yang perlu kita banggakan adalah SAKIP Kemenag pada tahun 2015 mendapatkan predikat Baik (B), ungkapnya. Namun begitu, Nur Syam juga mengaku masih ada masalah kurang sinkrinnya Sasaran Strategis dengan Outcome, dan Output antara Pusat, Eselon 1 dan Eselon 2. “Ini yang akan kita benahi pada tahun 2016,”tukasnya dengan penuh keyakinan. (Edijun/kemenag)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



