Jakarta, bimasislam-- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menegaskan bahwa Misi kenabian Rasulullah Muhammad SAW yang paling utama adalah menyempurnakan akhlak mulia, sebagaimana sabdanya “Aku diutus oleh Allah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak mulia”. Demikian disampaikan Menag saat memberi sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (2/1).
Menurut Menag, akhlak adalah kunci pokok bagi tegaknya panji-panji kehidupan umat manusia. “Suatu pembelajaran penting yang kita terima dari Nabi Muhammad SAW adalah Beliau memulai segala sesuatu dari diri sendiri” terang Menag.
Dihadapan Presiden Ir. Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menag kemudian menyitir salah satu Sabda Nabi SAW yang sangat populer “Ibda’ Bi Nafsika”, mulailah dari dirimu sendiri. Menurut Menag, Nabi menyatakan demikian karena memahami bahwa perubahan sosial tidak akan terjadi tanpa perubahan kultural, dan perubahan kultural mustahil terjadi tanpa perubahan individual.
Boleh dikatakan, lanjut Menag, perubahan individual adalah induk dari segala perubahan. Teladan, demikian kita biasa menyebutnya.
Lebih dari itu, Menag bahkan menyitir pernyataan Alphonse de Lamartine, seorang penyair Prancis yang menilai Nabi Muhammad lebih dari sekadar utusan Tuhan. “Menurut dia (Alphonse de Lamartine-red), Muhammad adalah cermin kecerdasan filsuf, pembuat undang-undang yang bijak, pejuang yang gigih, dan pembaru dogma. Saking sulitnya menggambarkan, ia bahkan bertanya, “Adakah manusia yang lebih besar dari Muhammad?”, ungkap pria yang akrab disapa LHS ini.
Oleh karena itu, Menag berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dijadikan momentum untuk lebih mengenal sosok agung yang oleh Profesor Michael D Hart ditempatkan sebagai orang nomor satu yang paling berpengaruh di dunia.
Selain itu, Menag juga mengungkapkan bahwa dimensi yang paling urgen dalam memperingati Maulid Nabi adalah bagaimana umat Islam bisa meneladani dan melanjutkan misi kerasulan Nabi Muhammad.
“Kita tahu bahwa beliau mempunyai misi mulia sebagai pembawa risalah dari Allah, yaitu menyampaikan Islam rahmatan lil ‘alamin untuk menjadi jalan hidup dan membawa keselamatan bagi seluruh alam”, ungkap Menag.
Diakhir sambutannya, Menag mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum perubahan. “Dalam suasana Maulid Nabi ini, marilah kita jadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai acuan untuk lebih menggerakkan Revolusi Mental agar agenda-agenda nasional kita dan segala amal shalih yang kita laksanakan benar-benar membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan bangsa Indonesia”, pungkas Menag.
Peringatan Maulid Nabi merupakan acara rutin Tingkat Kenegaraan yang digelar di Istana Negara, berbagai elemen hadir diantaranya Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, Duta Besar dan Perwakilan Negara Sahabat, Menteri Kabinet Kerja, Tokoh Agama, Pimpinan DPR, Pimpinan Ormas Islam serta Mahasiswa.
Sedagkan Uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mu’ti memaparkan tentang prinsip dan profesionalitas kerja Rasulullah SAW dalam membangun mental umat dan tatanan sosial yang kokoh dan bermartabat. Paparan ini semakin menegaskan bahwa kehadiran Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT memberikan perubahan bagi peradaban dunia sekaligus membawa rahmat bagi alam semesta. (syamsuddin/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



