Jakarta, bimasislam—“Penghulu itu identik dengan Kementerian Agama. Jika penghulunya baik, maka Kementerian Agama otomatis akan baik. Karena dalam sejarahnya keberadaan penghulu sangat terkait dengan keberadaan Kementerian Agama di masa colonial Belanda”. Demikian dikatakan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di hadapan para peserta Musabaqah Baca Kitab dan Lomba Penulisan Ilmiah Penghulu Tingkat Nasional 2015 di Aula HM Rasyidi, Gedung Kemenag RI, Jakarta (3/6).
Menag menambahkan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas penghulu harus tetap dilakukan agar mereka memiliki kemampuan dalam menjawab berbagai masalah yang mengemuka di masyarakat.
“Kegiatan MBK jangan hanya berhenti pada kemampuan membaca kita. Saya kira yang hadir di sini saya yakin bias membaca arab gundul. Namun yang lebih penting adalah agar para penghulu mempu memahami dan mengkesplorasi khazanah klasik dalam kitab-kitab fikih untuk diuji ulang terhadap masalah kekinian”, kata mantan anggota DPR RI ini.
Lebih lanjut Menag mengatakan bahwa masalah-masalah kekinian begitu sangat beragam yang harus disikapi dan itu membutuhkan penghulu yang mumpuni dalam menjawab problem tersebut dengan menguji ulang khazanah masa lalu yang dikonstruks dalam lingkup social berbeda dengan saat ini, sehingga mereka menjadi rujukan (maraji’) dalam masyarakat.
“Masalah-masalah saat ini begitu banyak bermunculan. Seperti yang sering mencuat adalah masalah nikah Mutáh. Apakah pemahaman masyarakat soal nikah mutáh sudah tepat sehingga banyak disalahgunakan dalam sebagian orang. Ada lagi kasus-kasus nikah nikah beda agama, bagaimana ini harus disikapi sementara di luar sana banyak dilakukan oleh masyarakat”, imbuhnya.
Satu isu yang juga menjadi perdebatan adalah adalah peristiwa perkawinan sejenis, yang juga perlu disikapi dengan baik.
“Perkawinan sesame jenis adalah kasus yang bertentangan dengan periniakahn pada umumnya. Para penghulu harus mampu menggali lebih jauh apakah nikah itu semata-semata untuk menambah keturunan. Jika nikah dilakukan oleh sesama jenis yang otomatis tidak akan memiliki keturunan itu bagaimana”, tantang Menag kepada para penghulu. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



