Jakarta,Bimasislam— Pada hari Kamis (29/10) ini Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI mengadakan "Evaluasi Capaian Kinerja Kementerian Agama Triwulan III Tahun 2015". Kegiatan yang diikuti oleh 150 orang peserta ini diadakan di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama Thamrin.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa tolok-ukur Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan ini berangkat dari catatan Kemenpan & Reformasi Birokrasi yang menilai program-program kita lebih cenderung berbasis kegiatan (output), belum berbasis kinerja yang menghasilkan dampak (impact) dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Program yang berbasis output berhenti bila sebuah program sudah terlaksana, sedangkan program yang berbasis kinerja meniscayakan adanya dampak (impact) dan berorientasi pada peningkatan kualitas dari waktu ke waktu secara berlanjut.
"Hanya saja, peningkatan capaian kinerja tadi tidak akan tercapai dengan baik bila tidak dibarengi dengan komitmen semua pejabat di Kementerian Agama", singgung fungsionaris PPP ini di hadapan semua Eselon 1 dan Eselon 2 Kemenag Pusat. Menag menyadari betapa tidak berartinya perubahan kinerja bila tidak dimulai dari atas (top-down), pejabat masing-masing Satuan/Unit Kerja di Kemenag.
Hal lain sebagai "tahadduts binni'mah", ujar Lukman, alhamdulillah Menteri Agama berada pada peringkat 5 besar penilaian kinerja pada tingkat Kabinet. Ini membanggakan, namun Lukman dengan jujur menyatakan bahwa yang diharapkan justru kualitas kinerja Kementerian Agama, bukan saja Menterinya. Jadi, ke depan siapapun pimpinannya, walau berganti-ganti Menterinya, secara lembaga Kementerian Agama tetap berpredikat baik, ujarnya di akhir sambutan diiringi tepuk tangan para peserta. (edijun/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



