Jakarta, Bimas Islam — Menteri Agama, Nasaruddin Umar, meresmikan Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2025. Peresmian ini disertai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DWP Kemenag dan dua lembaga strategis: Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) serta Dewan Korpri Kemenag.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Sekjen BP4, Anwar Saadi, dan Sekretaris Umum Dewan Korpri Kemenag, Wawan Djunaedi. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga ASN serta meningkatkan kesejahteraan pengurus dan anggota DWP Kemenag.
Pada acara yang sama, juga diluncurkan layanan kesehatan dan konseling yang ditujukan bagi ASN Kemenag. Layanan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada pegawai dalam menghadapi tantangan pekerjaan dan masalah keluarga.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengatakan, DWP Kemenag harus menjadi sumber energi positif dan inspirasi bagi seluruh ASN. "DWP harus memberikan citra positif untuk Kementerian Agama. Dengan adanya penandatanganan MoU ini, kami berharap dapat membangun landasan kerja sama yang kokoh dalam memperkuat kesejahteraan dan ketahanan keluarga ASN, serta melindungi mereka dari potensi perceraian," ujar Menag.
Sementara itu, Penasihat DWP Kemenag, Helmi Nasaruddin Umar, mengungkapkan betapa pentingnya peran perempuan dalam membawa perubahan sosial dan memperkuat ekosistem ASN. "Melalui peran nyata Dharma Wanita Persatuan, kita dapat melihat bagaimana perempuan menjadi penggerak perubahan, teladan, dan mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat," katanya.
Helmi juga mengaitkan semangat Hari Pahlawan dengan semangat pengabdian DWP. "Pahlawan berjuang dengan hati, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk masa depan bangsa dan umat. Semangat itu sejalan dengan tema kita hari ini: melangkah dengan hati, meneguhkan semangat berbakti," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan dalam bentuk pengabdian modern, seperti karya dan kepedulian sosial. "Kami ingin mewarisi semangat juang para pahlawan, tidak lagi dengan senjata, tetapi dengan karya, kepedulian, dan pelayanan kepada umat. Setiap program DWP adalah bagian dari ibadah sosial," ungkap Helmi.
Dalam konteks pemberdayaan umat, Helmi menjelaskan, DWP Kemenag memiliki ruang yang luas dan strategis, terutama untuk meningkatkan kapasitas perempuan keluarga ASN dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan gerakan sosial. "Kami juga terus menyalurkan donasi untuk korban bencana, seperti yang baru-baru ini kami berikan untuk korban banjir di Bali dan Nusa Tenggara Timur. Ini adalah bukti nyata kepedulian Dharma Wanita Persatuan," lanjutnya.
Menutup sambutannya, Helmi berpesan agar DWP Kemenag menjadi motor perubahan sosial yang membawa dampak luas bagi masyarakat. "Kami ingin agar Dharma Wanita Kementerian Agama tidak hanya dikenal karena kegiatan seremonial, tetapi menjadi penggerak perubahan sosial yang nyata bagi umat dan bangsa. Inilah makna dari kebijakan yang berdampak besar, di mana setiap langkah kecil memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat," pungkasnya.
Acara peresmian diakhiri dengan doa bersama dan peninjauan fasilitas gedung baru yang akan menjadi pusat kegiatan DWP Kemenag.
An/Mr



