Jakarta, Bimas Islam — Indonesia akan menggelar International Grand Imam Conference 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi keagamaan.
International Grand Imam Conference merupakan ruang pertemuan para imam, pemimpin masjid, dan tokoh keagamaan dari berbagai negara untuk membahas pesan perdamaian dan kepedulian terhadap lingkungan. Menag mengatakan, agama memiliki peran penting dalam membangun titik temu antarumat manusia. Menurutnya, pendekatan keagamaan dapat melengkapi diplomasi formal karena menyentuh nilai moral, kemanusiaan, dan nurani.
"Kita ingin memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang menghadirkan kedamaian dan ketenteraman melalui diplomasi religius. Melalui pendekatan nilai kemanusiaan dan nurani, titik temu antarumat manusia lebih mudah diwujudkan," ujar Menag Nasaruddin Umar saat menjadi narasumber dalam Podcast Open The Door di Jakarta yang tayang pada Minggu (19/7/2026).
Menag menjelaskan, konferensi imam internasional tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pesan perdamaian, tetapi juga mengangkat isu pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ini menempatkan nilai agama sebagai dasar moral dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga alam dan mencegah kerusakan lingkungan.
Menurut Menag, rumah ibadah dan tokoh keagamaan memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dengan bahasa yang dekat dengan masyarakat. Ia menilai, isu lingkungan tidak cukup hanya dijawab melalui pendekatan formal, tetapi juga perlu diperkuat melalui pendekatan nilai dan kesadaran spiritual.
"Pendekatan formal seringkali menemui tantangan dalam isu pelestarian lingkungan. Melalui bahasa agama, kita sepakat bahwa pemanfaatan alam perlu dilakukan secara bertanggung jawab, sementara eksploitasi dan perusakan alam harus dicegah," jelas Menag.
Menag mencontohkan Masjid Istiqlal Jakarta sebagai salah satu rumah ibadah yang telah menerapkan prinsip ramah lingkungan. Masjid Istiqlal sebelumnya memperoleh sertifikat EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), sertifikasi internasional untuk bangunan yang hemat energi, efisien, dan ramah lingkungan.
Kementerian Agama berharap, gagasan yang dibahas dalam International Grand Imam Conference 2026 dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam diplomasi keagamaan, perdamaian global, dan pelestarian lingkungan. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman antarnegara dalam mendorong peran rumah ibadah sebagai pusat edukasi moral, sosial, dan ekologis.
(Kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



