Banjar, bimasislam— Secara administratif, pemerintahan Kota Banjar masih seumur jagung, tetapi dalam peta sejarah kebudayaan tatar sunda dan budaya Islam, kota yang berjuluk Banjar Tatroman ini telah lama dikenal sebagai gerbang timur Tatar Sunda.
Kota Banjar memiliki empat kecamatan, yaitu Banjar, Purwaharja, Pataruman, dan Langensari. Banjar pernah menjadi kota kecamatan bagian dari Kabupaten Ciamis, sebelum kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif. 1 Desember 2002, Banjar kemudian ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Ciamis sebagai bagian dari proyek pemekaran wilayah.
Kehidupan beragama di Kota Banjar diantaranya dapat dilihat dengan berdirinya tempat-tempat ibadah yang tersebar di seluruh kecamatan. Masing-masing 307 buah Masjid, 608 buah langgar atau mushola, 11 buah gereja dan 1 buah kelenteng sebagai tempat peribadatan umat beragama di Kota Banjar. Lambang kota Banjar sendiri malambangkan sisi religiusitas, terutama pada penggunaan angka sembilan yang melambangkan Wali Songo.
Dalam rangka menunjang visi Kota Banjar sebagai salah satu kota yang religius, ditunjang pula oleh 77 ulama, 936 mubaligh, dan 5 penyuluh agama. Berkaitan dengan kehidupan perkawinan di Kota Banjar menurut catatan Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, jumlah pasangan menikah di tahun 2014 menurun dibanding tahun 2013, yaitu dari 2.046 pasangan di tahun 2013 menjadi 1.948 pasangan di tahun 2014.
Hal berbeda terjadi pada pasangan yang melakukan cerai di pengadilan agama. Jumlah pasangan yang bercerai cenderung mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 misalnya, tercatat sebanyak 587 pasangan bercerai. Angka ini kemudian meningkat di tahun 2012 menjadi 715 pasangan, dan meningkat lagi di tahun 2013 menjadi 945 pasangan. Tahun 2014 tercatat 1.023 pasangan melakukan sengketa cerai di pengadilan agama. Sementara itu, angka selama 2015 belum 100 persen menyusul akhir Desember 2015. (latif/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



