Sukabumi, bimasislam— Renovasi besar-besaran Masjid Agung Sukabumi sudah dilakukan pada tahun 2013 lalu. Perubahan fundamental dari segi arsitektural nampak sangat dominan setelah renovasi dilakukan. Bagaimana keindahan masjid Agung Kota Sukabumi selepas renovasi? bimasislam mengeksplorasi keindahan masjid ini untuk Anda.
Pembangunan masjid yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani itu menghabiskan dana hingga puluhan miliaran rupiah. Dana tersebut diperoleh dari hasil gotong royong warga sekitar, pemerintahan Kota Sukabumi, Gubernur Jawa Barat, dan hasil pengumpulan gerakan wakaf uang.
Menurut catatan,masjid ini didirikan pada tahun 1905, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan warga Sukabumi menghadapi penjajah Belanda. Masjid bersejarah ini dijadikan warga sukabumi sebagai markas atau pusat para pejuang saat melakukan pertemuan-pertemuan untuk merumuskan strategi perang melawan penjajahan. Pada mulanya, masjid kebanggaan warga kota Sukabumi ini didirikan di atas tanah wakaf milik seorang warga bernama Ahmad Juwaeni. Hingga saat ini bentuk bangunan masjid terus mengalami perubahan. Awalnya bangunan masjid masih sederhana, dan hanya memiliki satu menara, namun masjid yang berdekatan dengan lapangan merdeka itu kini memiliki empat buah menara.
Bagian depan Masjid Agung Kota Sukabumi dapat dilihat dari arah alun-alun. Dari arah depan ini tampak empat buah menara menjulang dengan nuansa keemasan di tiap sudut bangunan masjid. Sementara itu satu kubah nampak kokoh di bagian tengah, dan satu kubah lain pada bagian fasade menurun di bagian depan. Senada dengan empat menara, kedua kubah ini juga diberi aksen berwarna kuning keemasan.
Di sisi kanan Masjid akan terlihat fasade bagian depan yang agak menurun. Bidang ini merupakan area terbuka yang dikelilingi oleh pagar berbahan logam. Dari sisi ini, kubah utama nampak jelas dengan nuansa keemasan yang menggambarkan kemegahan. Pemandangan yang sama dapat terlihat dari sisi kiri masjid, hanya saja dengan arah yang berbeda.
Memasuki masjid ini melalui gerbang utama, kita akan disambut oleh dua pintu besar pada bagian kiri dan kanan. Maket masjid dalam kotak kaca nampak menyambut pengunjung yang melalui pintu depan. Sementara itu di kedua sisi masjid juga disediakan ruangan seumpama serambi untuk menampung jamaah jika ruang utama masjid telah penuh.
Seperti masjid-masjid lain, ruangan utama dalam masjid nampak luas, dengan hamparan karpet yang didominasi warna merah. Sejumlah tiang di sudut-sudut ruangan berdiri kokoh menopang bangunan. Diujung bagian depan terdapat mihrab dengan ornamen kaligrafi bertuliskan kalimat syahadat.
Di lantai dua masjid, dominasi warna merah digantikan oleh sajadah dengan nuansa kehijauan. Dari lantai dua ini pengunjung dapat menikmati keseluruhan bangunan masjid, baik lantai bawah yang berkarpet merah maupun bagian atasnya yang dihias dengan lampu besar menggantung. Bagi sebagian pengjunjung, secara keseluruhan menikmati masjid bisa dirasakan dari lantai dua ini.
Terkait dengan syiar dan kegiatan keagamaan, masjid ini juga diramaikan dengan sejumlah kegiatan keislaman masyarakat kota Sukabumi, sehingga acara keagamaan semakin semarak dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan (Fachri/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



