Keeram, Papua, bimasislam— Papua merupakan provinsi terluas yang terletak di bagian paling timur Indonesia. Sebagai sebuah pulau, wilayah yang lebih dari 70 persennya merupakan hutan hujan tropis ini merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland di Samudera Atlantik. Hutan-hutan di Papua hingga kini merupakan ekosistem yang sulit ditembus karena kerapatan pepohonan dan konturnya yang terdiri dari lembah-lembah curam dan pegunungan.
Dari sisi agama, berdasarkan data yang dirilis pada laman papua.go.id, Islam merupakan agama kedua terbesar yang dianut oleh 561,312 penduduk atau setara dengan 25,13 persen dari keseluruhan masyarakat Papua.
Dari jumlah tersebut, umat Islam lebih banyak tinggal di perkotaan, atau sekitar 42.55 persen dimana sebagian besarnya merupakan warga pendatang. Sementara di wilayah pedesaan agama Islam dipeluk oleh 19.02 persen, angka ini menempati posisi ketiga setelah Kristen (60,93 %), Katholik (19.84%).
Subdit Kemasjidan Ditjen Bimas Islam melakukan kunjungan ke Papua dalam rangka Penilaian Masjid Besar Teladan Nasional, Pembinaan Manajemen Masjid, dan Monitoring Bantuan Mushalla. Bersama tim tersebut, Bimasislam berkesempatan menengok model-model arsitektural masjid di negeri Cenderawasih itu dalam perjalanan dari Jayapura ke Kabupaten Keeram.
Selain Masjid Al-hikmah Tanah Hitam di Jalan Abepantai dan Masjid Al-Askar di Jayapura yang memiliki Kubah cukup besar, seluruh masjid di sepanjang jalur Kota Jayapura ke Kabupaten Keeram mengadopsi model tajug limas bertingkat dua atau tiga.
Kesan sederhana nampak pada bagian luar masjid yang dibentuk dengan fasade mendatar dan tak terlalu mengedepankan ornamen. Di bagian tengah, tajug berbentuk limas disusun bertingkat dimana semakin ke atas bentuk limas semakin kecil. Dengan model arsitektur seperti itu, bangunan masjid jadi terlihat kokoh. Model arsitektural atap masjid dengan susunan tajug ini mengadopsi konsep masjid di pulau Jawa seperti yang nampak pada model bangunan Masjid Agung Demak.
Selain Masjid Tanah Hitam yang berkapasitas sekitar 2000 jamaah, di daerah Abe Pantai terdapat Masjid Al-Fattah dengan kapasitas 500 orang. Masjid Al-Fattah dibangun bertajug tiga tingkat dengan halaman yang luas. Selain itu sebuah Mushalla dengan nama al-Ikhlas di daerah Koya berdiri dengan kapasitas sekitar 300 orang. Terdapat juga sebuah masjid cukup luas dengan fasade mendatar dengan satu atap limas yang diberinama Masjid Quba. Masjid ini berdiri di jalan Trans Irian dengan luas bangunan cukup besar yang dapat menampung sekitar 700 jamaah.
Sebuah Masjid di perkampungan pendatang asal Enrekang, Sulawesi Selatan berdiri cukup besar di pinggir jalan raya menuju daerah Arso, selain itu Masjid Al-Falah dan Al-Ishlah juga berdiri megah di kawasan Arso 12 dan Arso 9 dengan kapasitas masing-masing sekitar 1000 jamaah. Seluruh Masjid yang berhasil direkam oleh Bimasislam memiliki halaman yang luas, seakan menjadi ciri khas Masjid di Papua. Masjid-masjid tersebut juga sudah terdata pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMAS) Kementerian Agama.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



