Jakarta, Bimas Islam— Dewan Penasehat Menag Romo Magnes Suseno menyampaikan pandangannya tentang masa depan kerukunan umat beragama di Indonesia. Menurutnya, di tengah dunia yang masih diliputi berbagai konflik bernuansa agama, Indonesia justru tampil sebagai contoh harmoni yang patut dibanggakan. Optimismenya lahir dari pengalaman panjang kehidupan antarumat beragama di tanah air yang terus menunjukkan kemajuan.
Romo menilai, potensi perbedaan adalah bagian dari kodrat manusia, namun hal itu tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. “Kita jangan terlalu terpengaruh oleh insiden-insiden kecil. Hal seperti itu masih mungkin terjadi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita terus memperkuat semangat saling menghormati,” ujarnya dalam Workshop Pembahasan Hasil Pemetaan Potensi Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan di Jakarta, Kamis (14/11/2025).
Ia menuturkan, hubungan antara umat Katolik dan Islam di Indonesia kini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, tidak hanya di tingkat tokoh, tetapi juga di lapisan masyarakat. “Sekarang umat Katolik dan Islam saling mengundang dalam berbagai kegiatan. Hubungan ini semakin dekat dan hangat. Ini modal sosial yang luar biasa untuk menjaga perdamaian,” jelasnya.
Romo Magnes mengajak semua pihak untuk terus memperkuat komunikasi lintas iman. Menurutnya, dialog yang terbuka dan berkelanjutan akan menumbuhkan saling pengertian dan kepercayaan. “Perbedaan mungkin tidak hilang, tetapi kalau komunikasi terus dibangun, perbedaan itu tidak akan lagi menjadi masalah,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya keadilan sosial sebagai fondasi kerukunan. Ketika keadilan dirasakan bersama, masyarakat akan tumbuh dalam suasana tenteram. “Pelaksanaan keadilan sosial bagi seluruh bangsa harus benar-benar nyata. Kalau masyarakat merasa adil, kerukunan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Bagi Romo Magnes, harmoni antarumat beragama di Indonesia tidak hanya ditopang oleh tradisi kultural, tetapi juga oleh semangat kebangsaan yang kuat. Ia menilai, nilai-nilai Pancasila yang hidup dalam masyarakat menjadi pagar moral bagi seluruh warga.
“Indonesia memiliki modal besar, karena sejak awal berdirinya sudah berkomitmen pada persatuan dan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ucapnya.
Ia menambahkan, di saat banyak negara masih bergulat dengan ketegangan sosial, Indonesia justru menunjukkan kemajuan yang mengesankan. Kondisi damai yang relatif stabil ini, menurutnya, bisa menjadi inspirasi bagi dunia. “Dunia menyaksikan bagaimana Indonesia menghadirkan wajah damai yang menakjubkan di tengah keberagaman,” katanya.
Ia mencontohkan momen bersejarah ketika Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia dan disambut hangat oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. “Momen ketika Paus dan Imam Besar saling berpelukan di Istiqlal menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman. Foto itu menggetarkan dunia. Itulah potret nyata kerukunan di Indonesia yang tak banyak dimiliki bangsa lain,” ujarnya.
Ia berharap para tokoh agama terus menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun komunikasi dan persaudaraan lintas iman. "Peran tokoh agama tidak berhenti di mimbar, tetapi juga dalam menanamkan nilai saling menghormati dan mencintai sesama. Kalau para pemuka agama memberi teladan, umat akan meniru. Dari situlah perdamaian tumbuh,” katanya.
Lebih lanjut, Romo Magnes Suseno menekankan bahwa menjaga kerukunan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa. “Harmoni tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Kita perlu terus menanamkan sikap empati, saling mendengar, dan menghargai perbedaan,” imbuhnya.
Ia optimistis, selama masyarakat memegang nilai keadilan dan keterbukaan, Indonesia akan tetap menjadi rumah damai bagi semua.
“Saya percaya, Indonesia akan terus menjadi contoh bagi dunia, karena kita memiliki semangat gotong royong dan keadilan yang khas,” tuturnya.
Romo Magnes menutup dengan pesan reflektif bahwa perdamaian sejati tidak hadir begitu saja, melainkan hasil dari upaya bersama yang berkelanjutan. “Perdamaian harus terus dipelihara, seperti tanaman yang disiram setiap hari. Selama kita merawatnya dengan kasih, Indonesia akan tetap damai di tengah dunia yang berkonflik,” pungkasnya.
An/Mr



