Temanggung, bimasislam—Kepedulianpenyuluh agama Islam terhadap para muallaf patut diparesiasi. Hal ini seperti dilakukan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Fungsional (POKJALUH) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung yang telah meluncurkan program Program Mualaf Mandiri. Didukung
BAZNAS Kab.Temanggung, bertempat di Desa Getas Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Senin (23/10), program ini diluncurkan secara resmi.
Kegiatan yang bertempat di masjid Desa Getas ini dihadiri 89 mualaf desa Getas yang akan mendapat bantuan hibah produktif sebesar 44,5 juta, dan mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat serta pejabat di lingkugan Kecamatan Kaloran. Seperti disampaikan oleh Ketua Tim Program Mualaf Mandiri, Ahmat Sholeh Desa Getas dipilih karena memiliki jumlah mualaf terbanyak di Kecamatan Kaloran, di setiap dusun ada muallaf. ‘’ Kerukunan umat beragama bagus, tapi dalam beberapa kasus masih belum bisa memisahkan kegiatan sosial dan ritual, selain itu kemampuan ekonomi masyarakat juga butuh ditingkatkan ’’ ungkapnya.
Pencanangan kegiatan bertema Bersama Membangun Aqidah dan Ukhuwah Umat Menuju Temanggung yang Agamis, Rukun dan Sejahtera dilakukan oleh Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung, Syafrudin. Dalam sambutannya, Syafrudin menyatakan Program Mualaf Mandiri merupakan kepedulian BAZNAS pada mualaf sebagai salah satu asnaf penerima zakat. Syafrudin mengucapkan selamat kepada muallaf atas hidayah masuk agama Islam. Selanjutnya dia berpesan agar sedikit demi sedikit warga muallaf belajar dan menjalankan rukun Islam.
Setelah pencanangan, Program Mualaf Mandiri ini dilaksanakan dalam bentuk pertemuan rutin setiap pekan. Pertemuan rutin setiap pekan akan dimulai tanggal 3 November 2017 di 4 dusun yakni Dusun Kemiri, Dusun Cendono, Dusun Nglarangan dan Dusun Porot. Sesuai dengan misi program untuk mendampingi aqidah, ukhuwah sekaligus kepedulian ekonomi, pertemuan akan diisi dengan pembinaan keagamaan baik dari segi kemampuan teroritis juga praktek.
Dihubungi di tempat yang sama, Ketua Pokjaluh Kabupaten Temanggung, Mahsun, menyatakan bahwa program ini bukan yang pertama. Menurutnya, pada awal 2016 sudah dibuka kelompok Bina Muallaf di Desa Joho Kecamatan Kaloran dan disusul di Desa Kemloko Kecamatan Kranggan dan di Desa Wonokerso Kecamatan Pringsurat.
‘’ Setiap majlis masih aktif sampai sekarang,‘’ ujarnya.
Kegiatan pencanangan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada empat muallaf mewakili empat dusun.
(Yanies/foto: bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



