Sorong, bimasislam -- "Apakah benar saudari masuk Islam atas keinginan sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun,?" demikian pertanyaan yang disampaikan oleh Idwar Palisoa saat memulai memimpin pembacaan ikrar masuk Islam seorang gadis berumur 20 tahun asal Manado, Yolanda Hersinta Makalew.
Idwar Palisoa, S.Ag adalah seorang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Melayani warga yang akan masuk Islam adalah salah satu tugas lain di KUA. Dibantu seorang penghulu dan lima orang staf, KUA Distrik Sorong Timur siap melayani warga sesuai tugas dan fungsi yang diamanatkan oleh PMA Nomor 34 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama Kecamatan.
Dalam beleid tersebut diatur tentang fungsi KUA Kecamatan, diantaranya adalah pelayanan nikah rujuk, pelayanan bimbingan keluarga sakinah, pelayanan bimbingan kemasjidan, pelayanan bimbingan hisab rukyat dan pembinaan syariah, pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam, pelayanan bimbingan zakat wakaf, serta melaksanakan fungsi layanan bimbingan manasik haji bagi jemaah haji reguler.
Bisa dibayangkan dengan tugas yang sangat banyak itu para ASN yang ada di KUA Kecamatan dituntut lebih optimal dalam pelayanan. Maka memiliki gedung yang layak dan bagus merupakan sebuah keniscayaan.
Saat ini, Idwar dan para stafnya telah menempati gedung baru. Pada tahun 2016, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dan BAPPENAS menyetujui usulan pembangunan gedung KUA Sorong Timur yang diusulkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat dengan menggunakan dana SBSN. Selain Sorong Timur, ada dua KUA lagi di Kota Sorong yang juga menerima dana SBSN, yaitu KUA Distrik Sorong Utara tahun 2015 dan KUA Distrik Sorong Kota di tahun 2017. Untuk Sorong Kota, pembangunan gedungnya baru saja dimulai. Ketika dikunjungi bimasislam, sejumlah pekerja masih melakukan tahapan pondasi.
Dengan menempati gedung baru ini Idwar dan stafnya mengaku lebih nyaman bekerja. Para pegawai juga lebih percaya diri dalam melayani masyarakat sehingga etos kerja pun meningkat.
"Sewaktu di gedung lama sangat memprihatinkan sekali. Kalau hujan pasti banjir," ujar Idwar mengenang.
Meski sudah berada di gedung baru, menurut Idwar, bukan berarti jumlah masyarakat yang menikah di balai nikah meningkat. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat yang ada di wilayah kerja KUA Distrik Sorong Timur yaitu Distrik Klaurung dan Sorong Timur sendiri, adalah masyarakat asal Makassar dan Bugis yang jarang menikahkan putra-putrinya di balai nikah. Mereka lebih memilih menikah di rumah atau di gedung.
"Jadi sama sekali tidak memiliki relevansi antara gedung baru KUA dengan jumlah warga yang memanfaatkan balai nikah untuk menikah," tandas Idwar.
Saat mengunjungi KUA Distrik Sorong Timur yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat Kelurahan Klamana Kota Sorong, bimasislam diajak berkeliling melihat seluruh sisi gedung. Di lantai dasar hanya terdapat ruangan resepsionis dan ruang pertemuan. Meja resepsionis tepat berada di mulut tangga menuju lantai dua. Ruang pertemuan dimuat dalam bentuk persegi panjang bermuatan sekitar 10 kursi.
Ruangan lain seperti ruangan Kepala KUA, operator SIMKAH, penghulu dan penyuluh, ruang administrasi, ruang tamu, dapur, dan toilet berada di lantai dua.
Kebetulan pada saat kunjungan tersebut, datang seorang gadis yang ingin jadi muallaf. Namanya Yolanda Hersinta Makalew, gadis asal Manado yang kini tinggal di wilayah Distrik Sorong Timur. Dia datang didampingi oleh calon suami dan calon mertuanya yang lebih dahulu sudah menjadi muallaf.
(Insan/syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



