Blitar, bimasislam— Kota Blitar merupakan sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur yang berjuluk Kota Proklamator karena di kota inilah Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno, dikebumikan. Selain suasana kota yang bersih, hal menarik lain dari Kota Blitar adalah kehidupan keagamaan yang harmonis dan patut menjadi contoh bagi kota-kota lain di tanah air.
Di kota yang hanya memiliki tiga kecamatan ini, pemerintah kota dan Kementerian Agama setempat bertindak cepat jika ada gejala yang berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama. Berkat kesigapan itu, di kota Blitar nyaris tidak pernah ada isu semacam aliran sesat, aliran menyimpang, atau aliran bermasalah. Termasuk pula, kelompok radikal tidak bisa tumbuh di kota yang juga terkenal dengan budi daya ikan koinya ini.
“Di sini, kelompok yang keras (radikal) tidak bisa tumbuh. Gesekan di kalangan umat beragama, baik intern maupun ekstern juga tidak ada. Semua berjalan harmonis.” Demikian disampaikan Dibik Suharmanto, pejabat pada Kementerian Agama Kota Blitar, saat ditemui di ruang kerjanya, Jl. Ir. Soekarno No. 11/B Kota Blitar, Jumat (17/6).
Dibik mengaku kerukunan umat beragama tersebut merupakan hasil kerja keras Kemenag dan Pemkot setempat. “Proyek kerukunan umat beragama ini ditopang oleh Pemkot dan dikoordinir oleh Kemenag Kota Blitar,” sambungnya.
Di Kota yang berjarak 80 KM dari Malang itu, keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merata sampai ke tingkat kelurahan, sehingga problem keagamaan dengan mudah dapat ditangani. Hal tersebut juga dimungkinkan karena luas wilayah kota Blitar relatif kecil dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak.
Dengan luas wilayah kurang lebih 32,58 km2, Kota Blitar merupakan wilayah terkecil kedua di Propinsi Jawa Timur setelah Kota Mojokerto. Jumlah penduduk Kota ini pada tahun 2010 adalah 131.968 jiwa. Dari segi agama, Umat Islam mendominasi dengan persentase sebesar 84 persen, selebihnya berturut-turut adalah Krsten, Katholik, Hindu, dan Buddha.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



