Bantul, bimasislam— Kesehatan merupakan kebutuhan setiap orang, kapanpun dan dimanapun, baik muda maupun tua, kaya ataupun miskin. Dan sering menjadi persoalan ketika kaum dhuafa sedang sakit sertaharus dirujuk ke rumah sakit, disaat yang sama tidak memiliki biaya untuk berobat. Saatseperti inilah keberadaan Rumah SehatBaznas (RSB) Yogyakarta yang berada di Kabupaten Bantul sangat membantu, khususnya bagi dhuafa yang belum tercover BPJS.
Kini, warga kurang mampu di Bantul Yogyakarta dan sekitarnya dapat menikmati layanan kesehatan gratis di Rumah Sehat yang didirikan BAZNAS bekerjasama dengan Metro-TV dan Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Meski gratispelayanan di RSB tetap maksimal layaknya rumah sakit swasta.
Manajer RSB, dr.Tria Meilla Retnaningtyastutimenegaskan bahwa kepuasaan masyarakat terhadap pelayanan adalah prestasi tertinggi. Karena sesuai dengan moto pelayanan RSB bahwa pihaknya akan selalu memberikan layanan kepada dhuafa secara humanis dan profesional. “Walaupun gratis kami tidak memberikan pelayanan secara asal-asalan/seadanya, aspek pelayanan prima (service excellent) kami tetap jaga dan utamakan”, hal itu dikatakan dokter Muda kelahiran Ngawi 1986 ini saat diwawancarai bimasislam beberapa waktu lalu, (7/4).
Setelah resmi beroperasi sejak tahun 2012, RSB terus tumbuh menjadi pusat kesehatan kaum dhuafa. Sukses mengembangkan beberapa program pengobatan, kedepan RSB akan fokus pada aspek promotif dan preventif, demikian dikatakan dr. Tria.
“Kami berharap RSB nantinya tidak hanya fokus pada kuratif (pengobatan) saja. Sesuai dengan visi RSB bahwa aspek promotif dan preventif harus dikedepankan, PR kita adalah bagaimana RSB tidak hanya menyembuhkan tapi juga “mencerdaskan” para mustahiq dalam bidang kesehatan”,ungkap dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) ini.
Saat disinggung apa harapan kedepan untuk RS Baznas?manageryang dikenal murah senyum inimenegaskan, dirinya berharap, kedepan masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan memiliki paradigma sehat. “saya berharap, kita tidak hanya berfikir jika saya sakit harus periksa ke dokter dan minum obat. Tetapi juga berfikir kenapa saya sakit? bagaimana agar saya tidak sakit lagi? apa yang harus saya lakukan agar penyakit saya tidak kambuh lagi?”,tegas dr. Tria.
Dalam bahasa kedokteran, Ibuh dr. Tria, yang tidak kalah penting adalah bagaimana membangun masyarakat khususnya dhuafa agar berparadigma sehat. Upaya kuratif saja dinilainya tidak akan menyelesaikan permasalahan kesehatan di Indonesia. Sehingga kedepannya mampu menekan angka kesakitan khususnya untuk dhuafa yang ada di RSB. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



