Bogor (Bimas Islam) — Kementerian Agama menggelar Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 Hijriah di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, Ciawi, Bogor, Kamis (30/7/2026). Festival yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama membangun budaya literasi sekaligus mencetak generasi yang berilmu dan bertakwa.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i mengatakan, kegiatan tersebut merupakan strategi Kementerian Agama untuk mencetak generasi yang berilmu dan bertakwa melalui penguatan budaya literasi. Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus memahami ajaran agama secara utuh.
"Tingkat literasi bangsa kita masih belum pada peringkat yang membuat kita bangga jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Karena itu harus ada upaya yang serius. Literasi merupakan cikal bakal yang ditanamkan Allah Swt. kepada manusia agar menjadi insan yang bertakwa," ujar Wamenag.
Ia mengatakan, rangkaian kegiatan Milfest mencerminkan semangat Muharam sebagai momentum hijrah menuju perubahan yang lebih baik. Berbagai kegiatan yang digelar, seperti pameran buku, bedah buku dan temu penulis, seminar, talkshow, wisata literasi, wakaf Al-Qur'an, bazar UMKM, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba Islami untuk anak, hingga Islamic Fashion Show, menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Wamenag menjelaskan, pentingnya literasi telah ditegaskan sejak turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. melalui firman Allah Swt., Iqra' bismi rabbikalladzi khalaq. Ayat tersebut menunjukkan bahwa membaca merupakan pintu masuk menuju ilmu pengetahuan.
"Dengan literasi itu menjadi pintu kita berilmu, dan dengan ilmu itu Allah meninggikan derajat kita. Ilmu menjadi syarat untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Man aradad dunya fa'alaihi bil 'ilmi, wa man aradal akhirata fa'alaihi bil 'ilmi, wa man aradahuma fa'alaihi bil 'ilmi," ungkapnya.
Ia menegaskan, ilmu tidak dapat dipisahkan dari agama. Menurutnya, seseorang yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat harus menempuh jalan ilmu karena ilmu merupakan bagian dari ajaran agama.
"Ilmu itu berada di sisi Allah. Karena itu, ilmu adalah bagian dari din. Seseorang tidak akan dapat memahami agama secara utuh tanpa ilmu," tegasnya.
Melalui Milfest, Wamenag berharap budaya literasi terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu mengembangkan ilmu pengetahuan serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia meyakini, penguatan literasi yang dibangun melalui Milfest akan menjadi bekal penting dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa serta peradaban.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



