Serang, Bimas Islam -- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXII Provinsi Banten 2026 ditutup Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah. Dari tanah jawara ini, lahir para jawara dan generasi ahli Al-Qur’an.
MTQ XXIII Banten berlangsung di Kota Serang, 6 – 9 Juli 2026. Acara penutupan dihadiri para bupati dan wali kota se-Provinsi Banten, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, pimpinan LPTQ, para ulama, pimpinan pondok pesantren, dewan hakim, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota.
Direktur Penerangan Agama Islam sekaligus Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dewan hakim, panitia, relawan, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Menurut Muchlis, penyelenggaraan MTQ di Banten memiliki makna yang sangat istimewa. Selain dikenal sebagai daerah religius dengan jaringan pesantren yang kuat, Banten juga merupakan salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara yang melahirkan ulama-ulama besar, seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan KH. Syam’un. Tradisi keilmuan tersebut terus hidup hingga kini melalui berbagai lembaga pendidikan Islam dan mata rantai transmisi ilmu yang tetap terpelihara.
Salah satu kekayaan intelektual Banten adalah tradisi sanad Al-Qur’an yang kuat. Di antara para ulama Al-Qur’an Banten terdapat Syeikh Tubagus Ma’mun yang termasuk di antara pemilik sanad tinggi (al-isnād al-’ālī) yang bersambung hingga Rasulullah saw. Tradisi sanad inilah yang menjadi bukti terpeliharanya keaslian bacaan Al-Qur’an sekaligus memperkokoh mata rantai pewarisan ilmu Al-Qur’an dari generasi ke generasi.
“MTQ di Banten bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. MTQ adalah ikhtiar merawat warisan para ulama Banten, menjaga kesinambungan bacaan Al-Qur’an yang sahih, adab terhadap Al-Qur’an, dan tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama berabad-abad,” ujarnya di Serang, Kamis (9/7/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak berhenti pada penyerahan piala dan piagam penghargaan. “Prestasi melahirkan kebanggaan, tetapi sanad melahirkan keberlanjutan. MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad melahirkan pewaris Al-Qur’an. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” sebutnya.
Muchlis juga mengangkat filosofi Tanah Jawara yang telah lama melekat pada identitas masyarakat Banten. “Banten dikenal sebagai Tanah Jawara. Namun Al-Qur’an mengajarkan bahwa jawara sejati bukanlah yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan yang mampu mengalahkan hawa nafsu dan dirinya sendiri. Oleh Karena itu, semoga dari Tanah Jawara lahir semakin banyak Jawara Al-Qur’an: generasi yang indah bacaannya, benar tajwidnya, bersambung sanad keilmuannya, luas wawasannya, mulia akhlaknya, dan besar manfaatnya bagi agama, bangsa, serta kemanusiaan,” paparnya.
Ia mengingatkan bahwa para juara MTQ memiliki tanggung jawab yang lebih besar setelah perlombaan usai, yakni menjadi duta Al-Qur’an di tengah masyarakat dengan mengajarkan bacaannya, menyebarkan nilai-nilainya, dan menghadirkan akhlak Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis menegaskan bahwa MTQ Provinsi merupakan bagian dari sistem pembinaan Al-Qur’an yang berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. LPTQ Nasional akan terus memperkuat sinergi dengan LPTQ Provinsi Banten agar para juara memperoleh pembinaan yang berkesinambungan menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional, bahkan internasional.
“Kementerian Agama bersama LPTQ Nasional berkomitmen memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur’an melalui penguatan kelembagaan LPTQ, pendidikan Al-Qur’an, rumah-rumah tahfiz, pemberdayaan penyuluh agama, majelis taklim, dan berbagai program pembumian Al-Qur’an di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi Banten untuk terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan Al-Qur’an di daerah.
“Investasi terbaik bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun manusia yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter Qur’ani. Pembangunan yang paling panjang usianya adalah pembangunan manusia, dan manusia terbaik adalah manusia yang dibentuk oleh nilai-nilai Al-Qur’an,” ujarnya.
Penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara seluruh cabang musabaqah dan penutupan resmi oleh Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah. Melalui MTQ ini diharapkan semangat mencintai, mempelajari, mengamalkan, dan membumikan Al-Qur’an semakin tumbuh dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan pembangunan di Provinsi Banten.
(Kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



