Semarang, Bimas Islam — MTQ Nasional XXXI Semarang ditutup di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Sabtu (19/9/2026). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak seluruh peserta dan kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 membawa pesan-pesan Al-Qur’an yang menyejukkan ke daerah masing-masing. Pesan tersebut dinilai penting untuk menjadi penyeimbang di tengah maraknya disinformasi, ujaran kebencian, dan fitnah di ruang digital.
Ahmad Luthfi berharap, kegiatan syiar Al-Qur’an seperti MTQ dapat terus digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah. Menurutnya, kehadiran syiar Al-Qur’an di ruang publik juga dapat menjadi penyeimbang di tengah maraknya informasi yang tidak benar di dunia maya.
“Kita mengetahui bahwa dunia maya sekarang sudah dipenuhi adanya disinformasi. Informasi yang tidak jelas, melaksanakan benar saja kadang-kadang disalahkan, apalagi berbuat salah,” katanya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kembali memenuhi ruang digital dengan ujaran kebencian, kampanye hitam, maupun fitnah. Sebaliknya, para peserta dan kontingen MTQ diharapkan membawa pesan-pesan yang menyejukkan setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Ceritakan hal-hal yang menyejukkan. Jangan ulangi disinformasi, jangan ulangi black campaign, jangan ulangi hate speech, ujaran kebencian. Jangan ulangi fitnah-fitnah yang bergentayangan di dunia maya pada saat kita melakukan MTQ,” tegasnya.
Menurut Ahmad Luthfi, pesan Al-Qur’an yang disampaikan melalui MTQ tidak semestinya berhenti pada rangkaian perlombaan. Nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti MTQ diharapkan dapat diteruskan melalui kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi di ruang digital.
Ahmad Luthfi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ Nasional XXXI memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain menjadi ruang syiar Al-Qur’an, kegiatan tersebut turut menggerakkan berbagai aktivitas masyarakat selama rangkaian penyelenggaraan.
Menurutnya, berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa MTQ dapat menghadirkan manfaat secara lahir maupun batin bagi masyarakat. “Hal ini menandakan bahwa MTQ memberikan berkah lahir maupun batin bagi kita semuanya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah daerah, panitia pelaksana, dewan hakim, dewan pengawas, peserta, ofisial, pendamping, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan MTQ.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi juga memberikan apresiasi kepada kafilah Kalimantan Timur yang menjadi juara umum MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Ia menyebut seluruh kontingen sebagai bagian dari syiar Al-Qur’an yang membawa pesan positif bagi masyarakat.
Penutupan MTQ Nasional XXXI dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Hadir pula Ketua Umum LPTQ Nasional yang juga Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, serta kafilah dari seluruh Indonesia.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



