Semarang, Bimas Islam — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 ditutup di Semarang, Sabtu (19/9/2026). Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua LPTQ Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya memastikan pembinaan Al-Qur’an terus berjalan secara berkelanjutan setelah pelaksanaan MTQ berakhir.
Menurutnya, pembinaan yang terarah dan berkesinambungan akan menghasilkan peserta berprestasi, sehingga dapat memperkuat generasi Qur’ani di berbagai daerah. “Pembinaan Al-Qur’an harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan Dewan Hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al-Qur’an,” ujar Taj Yasin.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalankan sejumlah program untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an. Salah satunya pemberian bisyarah sebesar Rp1 juta bagi santri atau masyarakat yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an di Jawa Tengah.
Program tersebut, kata Taj Yasin, tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat dari daerah lain yang menghafalkan Al-Qur’an di wilayah Jawa Tengah.
“Pada tahun 2025 terdapat 1.041 penerima. Artinya ada seribu lebih para hafiz dan hafizah yang menghafalkan di Bumi Jawa Tengah,” ungkapnya.
Selain dukungan bagi para penghafal Al-Qur’an, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Jawa Tengah.
Taj Yasin menilai keberlanjutan pembinaan juga membutuhkan penguatan dari sisi kelembagaan. Karena itu, koordinasi dan sinergi antara LPTQ nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota perlu terus ditingkatkan.
Sinergi tersebut mencakup standardisasi pembinaan, proses seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, hingga tata kelola MTQ. Dengan pembinaan yang terarah dan memiliki standar yang baik, ia berharap kualitas peserta dapat terus berkembang dari waktu ke waktu. "Setiap masukan dan evaluasi menjadi bahan penyempurnaan MTQ ke depan,” katanya.
Selain pembinaan, Taj Yasin menekankan pentingnya menjaga integritas dan marwah MTQ. Profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, khususnya dalam sistem perhakiman dan penilaian, menurutnya harus terus diperkuat.
Ia juga mendorong dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan kelembagaan dan penganggaran. Dukungan tersebut dinilai penting agar pembinaan tilawah Al-Qur’an tidak berhenti pada pelaksanaan MTQ, tetapi terus berlangsung di tengah masyarakat.
Menurut Taj Yasin, MTQ Nasional XXXI juga menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan. Selain perlombaan, rangkaian MTQ di Jawa Tengah diisi seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Al-Qur’an, serta eksibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas rungu wicara. “Ini juga memperluas dan menghadirkan MTQ yang inklusif,” ujarnya.
Taj Yasin juga menyampaikan selamat kepada Provinsi DKI Jakarta yang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXII Tahun 2027. Ia menyatakan LPTQ Jawa Tengah siap memberikan dukungan dan masukan untuk penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Penutupan MTQ Nasional XXXI dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Hadir pula Ketua Umum LPTQ Nasional yang juga Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, serta kafilah dari seluruh Indonesia.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



