Mataram, bimasislam-- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional XXVI di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat sudah berakhir pada Sabtu malam yang lalu (6/8). Namun berbagai peristiwa mengesankan terjadi selama MTQ berlangsung, baik didalam arena maupun diluar arena.
Dari acara pembukaan, saat lomba hingga berakhirnya penutupan, masyarakat menunjukkan kebersahajaan sebagai tuan rumah. Tertib dan sopan merupakan sikap yang selalu mereka jaga.Terwujudnya kenyamanan dan ketertiban selama MTQ berlangsung, bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Melainkan etika yang sudah menjadi keseharian masyarakat disana.
Kebersahajaan masyarakat Lombok sebagai tuan rumah, tidak hanya diperlihatkan oleh masyarakat muslimnya saja. Tetapi semua masyarakat yang ada disana bahu membahu menyukseskan MTQ.
Masyarakat NTB menerjemahkan nilai-nilai beragama dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana semangat gotong royong yang sudah menjadi kebiasaan mereka, seperti melengkapi bersama sarana prasarana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan MTQ.
Seperti pengadaan lampion-lampion sepanjang jalan menuju arena MTQ, merupakan sumbangan dari masyarakat keturunan tionghoa di Lombok. Masyarakat secara gotong royong bersama-sama memasang sarana penerangan tersebut sepanjang sisi-sisi jalan yang menuju arena MTQ. Lampion-lampion ini memberi nuansa tersendiri di area MTQ. Tergambar keanekaragaman dan keharmonisan masyarakat disana.
Esensi kebersamaan menumbuhkan rasa kasih sayang diantara masyarakat NTB. Kebersamaan mempersiapkan MTQ memperkuat persatuan dan kesatuan antar sesama. Dalam hal ini, masyarakat muslim NTB mengajarkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.
Hal lain yang tidak kalah menarik dari penyelenggaraan MTQ kali ini adalah, antusiasme masyarakat diluar arena untuk menyaksikan acara penutupan MTQ. Meskipun mereka tidak berkesempatan untuk masuk kedalam arena, tetapi mereka sangat menikmati suguhan layar lebar diluar arena. Suasana hening sontak terdengar ketika ketua dewan hakim menyebutkan nama pemenang satu persatu.
Masyarakat menyimak pengumuman kategori demi kategori. Riuh rendah yang mereka gaungkan tidak mengurangi ketertiban dan kesopanan mereka. Sebagaimana kesan yang disampaikan Gubernur NTB, bahwa MTQN XXVI membekas di hati masyarakat NTB. Penyelenggaraan MTQ telah menghadirkan sejumlah makna bagi masyarakat NTB.
(lady/bimasislam)



