Ternate, bimasislam— Penampilannya biasa, maklum begitulah umumnya ibu rumah tangga. Tapi siapa sangka, perempuan berkulit putih dan bermata sipit itu cukup produktif. Dengan modal 200 ribu, ia mampu menghasilkan omset sampai 500 ribu. Dengan modal sebesar itu, ia bisa memproduksi Kelapatart sebanyak 20 bungkus dengan harga jual produsen @25 ribu.
Pengusaha cemilan khas Manado ini bernama asli Gleany Rantung, yang biasa dipanggil Dede. Ia termasuk yang beruntung mendapatkan bantuan pemberdayaan keluarga sadar halal dari Kanwil Kemenag Maluku Utara. Dengan tambahan modal 5 juta dan 3 juta untuk etalase, sekarang ia mampu meningkatkan omsetnya sampai 1,5 juta rata-rata perhari. Sebuah langkah bisnis yang sangat menjanjikan bagi seorang pengusaha kecil seperti dirinya.
Bertemu di rumah dinas suaminya yang seorang Prajurit TNI, bimasislam sempat berbincang ringan dengan ibu muda berhijab ini Senin (19/9) lalu. Saat ditanya pengalamannya sebagai pengusaha yang konsisten menggunakan produk halal, ia menceritakan bahwa dirinya pernah hampir tergoda oleh bujukan kawan-kawannya untuk menggunakan Rhum dalam membuat Kelapathart agar rasanya enak, namun ia tidak bergeming. “Alhamdulillah, dengan niat beragama Islam yang baik untuk meninggalkan unsur-unsur yang diharamkan dalam membuat kue, produk saya tetap enak dan laku, bahkan permintaan semakin meningkat ”, ungkapnya dengan sikap rendah hati.
Dalam kesempatan yang sama, Kasi Urais Kanwil Kemenag Malut Dahlan Saidi menjelaskan bahwa Bu Dede termasuk pelaku usaha kecil yang sukses mendapatkan bantuan dari Kemenag. bahkan, ia komit untuk mengalokasikan zakat mal dari keuntungan bisnisnya ke UPZ yang ada di masjid terdekat. “Ini harus menjadi teladan bagi pengusaha kecil lainnya”, ujar pria keturunan Buton ini penuh harap.
(Edijun/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



