Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama menghadirkan berbagai layanan bagi pemudik melalui Program Masjid Ramah Pemudik. Program ini menempatkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan mudik.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i mengatakan layanan tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus keamanan bagi para musafir.
“Layanan Masjid Ramah Pemudik ini cukup banyak. Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” ujar Wamenag.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung kebutuhan pemudik. Di antaranya akses masjid dan musala yang dibuka selama 24 jam, penjagaan keamanan di area masjid dan parkir, serta penyediaan ruang layanan kesehatan bagi pemudik yang membutuhkan pertolongan pertama.
Pengelola masjid juga diminta memastikan kebersihan fasilitas, terutama toilet, serta ketersediaan air bersih. Selain itu, masjid diharapkan menyediakan fasilitas pengisian daya baterai ponsel dan perangkat komunikasi, area istirahat yang layak, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.
Menurut Wamenag, berbagai layanan tersebut disiapkan agar pemudik dapat beristirahat dengan nyaman sekaligus tetap menjalankan ibadah selama perjalanan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan mudik.
“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran sosial masjid di tengah masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan umat yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi pemudik untuk beristirahat, beribadah, serta memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Abu Rokhmad juga mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. “Kami mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jika merasa lelah, segeralah beristirahat di masjid atau musala yang tersedia. Selain itu, jangan lupa untuk tetap menjalankan ibadah selama dalam perjalanan mudik,” pungkasnya.
Tahun ini, Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid ramah pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia. Ribuan masjid tersebut diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik sekaligus menghadirkan pelayanan keagamaan dan sosial selama perjalanan mudik berlangsung.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



