Karawang, bimasislam—Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin mengungkapkan, tantangan dakwah saat ini baik di kota maupun di desa memiliki tingkat kompleksitas dan tantangan yang relatif sama. Informasi teknologi ditengarai menjadi penyebab utamanya.
“Meski sasaran dakwah di tiap daerah berbeda, tapi tantangan dan problematika dakwah saya kira tidak jauh beda”, ungkap Muhammadiyah Amin saat memberi arahan peserta Identifikasi Pola Dakwah Berbasis Komunitas, yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam, di Hotel Omega, Karawang, Jawa Barat (20/11).
Saat ini, lanjut Muhammadiyah Amin, masalah yang ada di pedesaan lebih kompleks daripada di perkotaan, hal ini berbanding terbalik dengan tantangan dakwah dimasa lalu, saat Teknologi Informasi belum masuk ke kehidupan masyarakat desa.
“Lebih susah menangani di pedesaan daripada di kota, orang desa lebih cepat mengikuti perkembangan zaman melalui apa, ya melalui teknologi informasi”, ujarnya.
Bagi Penyuluh Agama Islam, hal ini jelas sebuah tantanga besar yang harus dihadapi. Muhammadiyah Amin mengingatkan, agar para penyuluh agama mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi. Tujuannya adalam menangkal dapat negative teknologi. Tidak hanya itu, Guru Besar Bidang Hadits ini berpesan agar Teknologi Informasi dimanfaatkan sisi positifnya bukan sisi negatifnya.
Direktorat Penerangan Agama Islam saat ini memiliki program Identifikasi pola dakwah di beberapa daerah. Di Karawang ada tiga pemetaan sasaran dakwah, diantaranya problematika dakwah perkotaan, pesisir dan pedalaman. Melalui program ini, para pelaku dakwah diharapkan mampu memaksimalkan potensi diwilayah masing-masing dalam menyelesaikan persoalan umat. (syam-jaja/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



