Jakarta, bimasislam— “Pemeriksaan atau audit, baik oleh Inspektorat Jenderal maupun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak boleh jadi momok, tapi momen untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, dalam Rapat Ekspose Hasil Pendampingan dan Konsultasi Inspektorat Jenderal terhadap Pengelolaan Laporan Keuangan Ditjen Bimas Islam Tahun Anggaran 2016 di Ruang Rapat Ditjen Bimas Islam Lantai 6, Kamis (19/1).
Dikatakan Amin, pemeriksaan harus dilihat dengan kacamata yang positif sebagai bagian tak terpisahkan dari semangat untuk terus meningkatkan kinerja. Oleh karena itu, ia meminta kepada inspektorat untuk terus melakukan bimbingan kepada Ditjen Bimas Islam. “Teruslah bimbing kami dan jangan ditinggalkan dalam posisi apapun,” harapnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, mantan rektor UIN Alauddin Makassar tersebut mengaku selalu menginstruksikan kepada seluruh jajaran di lingkungan Ditjen Bimas Islam untuk berlaku kooperatif dalam pemeriksaan. “Jangan ada yang tidak kooperatif dalam pemeriksaan, semua harus dilaksanakan sesuai dengan aturan!” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku senang dan bersyukur bahwa laporan Hasil Audit Kinerja Bimas Islam berdasarkan penilaian Inspektorat Jenderal mengalami kenaikan signifikan dari tahun lalu. “Alhamdulillah, Hasil Audit Kinerja Bimas Islam berdasarkan penilaian Itjen mengalami peningkatan yang menggembirakan dari nilai 70,34 pada tahun 2015 menjadi 79,86 pada 2016,” ucapnya bangga.
Selain itu, ia juga berterimakasih kepada seluruh pejabat dan staf di Bimas Islam, karena seluruh kegiatan yang dilaksanakan bisa dipertanggungjawabkan dan tidak ada kegiatan fiktif. “Saya bersyukur pada Ditjen Bimas Islam tidak ada kegiatan yang fiktif. Kalau sampai ada kegiatan fiktif, saya akan langsung tindak tegas!” katanya.
Sementara itu, ketua tim pendampingan Inspektorat Jenderal, Aminuddin, berharap pendampingan yang telah dilakukan oleh tim Itjen membawa manfaat pada peningkatan kinerja Ditjen Bimas Islam. “Semakin banyak bimbingan, semakin tidak ada temuan,” katanya. Meski begitu, ia mengatakan jika dikatakan bahwa pemeriksaan adalah momen untuk mencari-cari kesalahan, hal tersebut tidak sepenuhnya keliru. “Kalau ada yang beranggapan bahwa pemeriksaan adalah untuk mencari-cari kesalahan, itu ada benarnya juga. Bagaimana akan memeriksa jika tidak mencari kesalahan?” tanyanya retoris. Akan tetapi, ia berpesan bahwa pemeriksaan harus dilihat secara positif untuk meningkatkan kualitas kinerja, bukan hal yang harus dihindari.
Pendampingan dan Konsultasi Inspektorat Jenderal terhadap Pengelolaan Laporan Keuangan Ditjen Bimas Islam Tahun Anggaran 2016 berlangsung selama 14 hari. Tim dari Itjen dipimpin oleh Aminuddin sebagai Ketua, dengan delapan orang anggota dan satu penangungjawab.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



